Inkulturasi Liturgi sebagai Proses Transformasi: Studi atas Misa Inkulturasi di Paroki St. Klemens Mandonga, Kendari
Studi atas Misa Inkulturasi di Paroki St. Klemens Mandonga, Kendari
DOI:
https://doi.org/10.61132/berkat.v3i2.2071Keywords:
Congregational Participation, AcculturationAbstract
This study aims to analyze the role of liturgical inculturation in shaping the faith experience of the congregation through the practice of Inculturated Mass at St. Klemens Mandonga Parish. The study employed a descriptive qualitative approach combined with literature review and a survey involving 96 parish respondents. The findings indicate that most parishioners perceive inculturation as an encounter between Catholic faith and local culture that helps them experience their faith in a more contextual and meaningful way in everyday life. The practice of the Inculturated Mass is considered not only to enrich liturgical celebrations through the use of local cultural elements, but also to encourage active participation among the faithful during worship. In addition, liturgical inculturation fosters awareness of the importance of preserving local culture in harmony with Christian values. Such contextual liturgical experiences help deepen the spiritual relationship between the faithful and God, strengthen brotherhood within the community, and build a more inclusive and harmonious communal identity. Therefore, liturgical inculturation plays an important role in shaping a more vibrant, profound, and contextual experience of faith within both the Church and society.
References
Ada’, J. L. (2016). Menyambut pesta emas Paroki St. Fransiskus Sadoha. In T. Sutedja (Ed.), Buku kenangan 50 tahun Paroki St. Fransiskus Sadoha. Paroki St. Fransiskus Sadoha.
Bancin, D., Aritonang, H. D., Sihombing, W. F., Sitio, R. J., & Butar-Butar, G. (2024). Kajian teologi inkulturasi dalam upacara Mendegger Uruk di Desa Penanggalan Binanga Boang Kabupaten Pakpak Bharat. Journal New Light, 2(4), 50–68. https://doi.org/10.62200/newlight.v2i4.161
Bato, P. R., X, I. P., & Tarihoran, E. (2025). Perspektif teologi inkulturasi terhadap tradisi Lom Plai pada komunitas Katolik Dayak Wehea. Sabar: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 2(4), 141–151. https://doi.org/10.61132/sabar.v2i4.1543
Bobi, D. (2025). Perjumpaan konsep Tuhan: Dayak dan Katolik. Porta Fidei, 2(2), 31–41.
Fernandez, H. F. (2023). Inkulturasi prosesi: Usaha pewartaan Injil Kristus dalam ungkapan kesalehan umat. Jurnal Reinha, 14(2), 70–87. https://doi.org/10.56358/ejr.v14i2.232
Hardawiryana, R. (2001). Umat Kristiani mempribumi menghayati iman Kristiani di Nusantara. In Cara baru menggereja di Indonesia (Vol. 5, pp. 151–). Kanisius.
Karolina Suwul, & Intansakti Pius X. (2025). Inkulturasi budaya lokal dalam liturgi gereja: Makna Torok Tae sebagai ungkapan syukur iman umat Manggarai. Damai: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat, 2(4), 53–60. https://doi.org/10.61132/damai.v2i4.1385
Kasih, C. M. G. L. (2024). Inkulturasi nilai Injil dalam budaya Jawa pada lagu Bojana Agung: Suatu kajian musikologis. Jurnal Teologi (Journal of Theology), 13(1), 79–102. https://doi.org/10.24071/jt.v13i01.7824
Kristeno, M. R., X, I. P., & Tarihoran, E. (2025). Filosofi Huma Betang dan spiritualitas komunitas Kristiani di Kalimantan Tengah: Sebuah refleksi teologis kontekstual. JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya, 6(2), 121–130. https://doi.org/10.56358/japb.v6i2.487
Lelangwayan, P. D., Intansakti Pius X, & Tarihoran, E. (2025). Misa Leva: Bentuk inkulturasi iman Katolik dalam budaya masyarakat Lamalera. Anugerah: Jurnal Pendidikan Kristiani dan Kateketik Katolik, 2(4), 36–43. https://doi.org/10.61132/anugerah.v2i4.1444
Lema, M. V., & Pius, I. (2025). Ekspresi inkulturasi budaya NTT dalam liturgi sebagai perjumpaan iman dan budaya. Nubuat: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 2(4), 1–16. https://doi.org/10.61132/nubuat.v2i4.1469
Malau, C. L., Raya, T. B., & Endi, Y. (2024). Inkulturasi gereja Asia: Suatu tinjauan inkulturasi dalam terang dokumen FABC. Jurnal Pelayanan Pastoral, 5(1), 56–66.
Marini, M., & Tarihoran, E. (2026). Dari ritual dan liturgi: Mengintegrasikan nilai-nilai budaya Irau ke dalam pelayanan gerejawi di Paroki St. Stefanus Malinau. Sabar: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 3(1), 25–33. https://doi.org/10.61132/sabar.v3i1.1632
Martasudjita, E. (2005). Inkulturasi gereja Katolik di Indonesia: Problematik, pengertian, dan teologi inkulturasi. Studia Philosophica et Theologica, 5(2), 127–145.
Martasudjita, E. (2021). Teologi inkulturasi: Perayaan Injil Yesus Kristus di bumi Indonesia. PT Kanisius.
Martasudjita, E. P. D. (2022). Inkulturasi dan tata perayaan Ekaristi 2020: Gambaran berinkulturasi dalam konteks Indonesia. Studia Philosophica et Theologica, 22(2), 159–180. https://doi.org/10.35312/spet.v22i2.441
Minaratih, M., & Derung, T. N. (2024). Melestarikan nilai Kaharingan dalam iman Katolik: Pendekatan katekese inkulturasi di Stasi Santa Anastasia Muara Napu. Jurnal Kemitraan Masyarakat, 1(4), 44–53. https://doi.org/10.62383/jkm.v1i4.799
Neonbasu, J. T. (2024). Memaknai Paskah: Inkulturasi budaya di Pulau Timor. Porta Fidei, 1(2). https://ejournal.stakatnpontianak.ac.id/index.php/portafidei/article/view/467
Palbeno, V., X, I. P., & Tarihoran, E. (2025). Gong dan genderang dalam liturgi: Wajah inkulturasi gereja di tanah Timor. Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 2(4), 62–71.
Ranubaya, F. A., Nikodemus, & Endi, Y. (2023). Inkulturasi dan pemaknaan misa Imlek dalam Gereja Katolik (Tinjauan fenomenologi Armada Riyanto). Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 6(1), 27–40. https://doi.org/10.37329/kamaya.v6i1.2111
Rosales, G. B. (1997). For all the people of Asia (C. G. Arevalo, Ed.; Vol. 1). Claretian Publications.
Safitri, G., Romas, R., Adinuhgra, S., & Hamu, F. J. (2022). Musik liturgi inkulturasi Dayak sebagai pendekatan pastoral dalam meningkatkan partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya. Sepakat: Jurnal Pastoral Kateketik, 8(2), 58–73. https://doi.org/10.58374/sepakat.v8i2.100
Sari, S. M., & Setyaprana, J. (2007). Inkulturasi budaya Jawa dalam interior Gereja Katolik Redemptor Mundi di Surabaya. Dimensi Interior, 5(2).
Selamat, S. (2020). Dialog antara iman gereja dan tradisi suku Tionghoa tentang kremasi dan perlakuan atas abu jenazah. Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik, 4(1), 31–46. https://doi.org/10.58919/juftek.v4i1.36
Setiyoko, T., Damara, V. D., Suardy, Y., & Soeryamassoka, H. M. (2025). Inkulturasi Gereja Katolik dengan kebudayaan Dayak Pompakng dalam prosesi Ngongkat Salib: Perspektif sosiologi agama Robert J. Schreiter. Jurnal Pastoral Kateketik, 2(2), 23–37. https://doi.org/10.70343/3w5xsz63
Simanjuntak, M. M., & Samosir, Y. V. Y. (2023). Makna simbol bangunan gereja inkulturatif Pakpak terhadap penghayatan iman dalam liturgi. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 5(2), 183–195. https://doi.org/10.37364/jireh.v5i2.155
Ujan, B. B. (2012). Penyesuaian dan inkulturasi liturgi. Jurnal Masalah Pastoral, 1(1), 13–27. https://doi.org/10.60011/jumpa.v1i1.5
Wiwin, R. (2020). Sebuah refleksi pastoral inkulturasi budaya Jawa dalam penghayatan iman Katolik implikasinya dalam kegiatan misa Jumát Legi. Jurnal Reinha, 8(1), 143–161. https://doi.org/10.56358/ejr.v8i1.6
Yohanes, Y., & Murdani, W. (2025). Ekaristi merayakan malam tahun baru Jawa 1 Suro: Inkulturasi untuk apresiasi iman yang liberatif. Nusa: Journal of Science Studies, 1, 78–91. https://doi.org/10.59613/37srr968
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Huliandro Di’Almon Pan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




