Menggali Makna Siraman Pengantian Budaya Jawa sebagai Simbol Kesucian dan Berkat dalam Perkawinan Katolik
DOI:
https://doi.org/10.61132/pengharapan.v2i4.1551Keywords:
Inculturation Catholic Faith, Javanese Culture, Symbolism of Purification, Sacrament Marriage, The Siraman CeremonyAbstract
This study aims to explore the symbolic meaning of the siraman ceremony in Javanese culture and interpret its values in light of the Catholic faith, particularly regarding the sanctity and blessings of the sacrament of marriage. The siraman tradition is understood not merely as a cultural ritual, but as a process of physical and spiritual purification imbued with spiritual symbolism, such as the use of water from seven springs and the granting of parental blessings. This study uses a qualitative approach with a literature review method through analysis of Church documents, Javanese anthropological literature, and relevant research. The results indicate that the meaning of purification in siraman is closely related to the symbolism of baptismal water in the Catholic tradition, while the prayer of parental blessing aligns with the concept of blessing as a manifestation of God's grace in the family. Through the inculturation perspective emphasized in Gaudium et Spes and Ecclesia in Asia, siraman can be understood as a form of harmonious dialogue between faith and culture without compromising the purity of Church teachings. This study concludes that the siraman ceremony can enrich the experience of the sacrament of marriage for Javanese Catholics, while strengthening their identity as individuals of faith and culture.
References
Alex, D., Endi, Y., & Jirin. (2024). Kedudukan, kekuatan, dan makna perkawinan seumur hidup dalam ajaran Katolik berdasarkan Kitab Kanonik Kan. No. 1141. Jurnal …, 3(1).
Dwi, S. K. (2025). Mengkaji makna filosofis dan historis pada tradisi siraman adat Jawa. Jurnal …, 15(12).
Fernandez, H. F. (2023). Inkulturasi prosesi: Usaha pewartaan Injil Kristus dalam ungkapan kesalehan umat. Euntes Jurnal Religi, 14(2). https://doi.org/10.56358/ejr.v14i2.232
Gea, O. P. J., & Harefa, Y. (2022). Makna berkat Allah dalam 1 Raja-raja 9:1–9. Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen, 4(2). https://doi.org/10.35909/visiodei.v4i2.336
Hendriani, E. E. (n.d.). Keluarga sebagai ecclesia domestica (gereja rumah tangga) di era komunikasi digital. Jurnal …, 165–172.
Ingir, A. M. (2022). Pemahaman pasutri Katolik di Stasi Liwulagang tentang sakramen perkawinan Katolik. Jurnal Pastoral dan Biblika, 3(1). https://doi.org/10.56358/japb.v3i1.127
Leody, C., Yohanes, E., Gusti, R. A., & Bernardus, P. G. (2022). Perkawinan adat Dayak Kanayatn dan hubungannya dengan perkawinan Gereja Katolik. Jurnal …, 3(1).
Londa, A. M. F., & Adinuhgra, S. (2022). Peran keluarga Kristiani sebagai ecclesia domestica dalam menumbuhkan habitus berdoa bagi anak-anak di Stasi Mandam. Lumen: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 1(2). https://doi.org/10.55606/lumen.v1i2.45
Martasudjita, E. (2021). Teologi inkulturasi (C. Subagya & Erdian, Eds.). Kanisius.
Martasudjita, E. P. D. (2022). Inkulturasi dan tata perayaan Ekaristi 2020: Gambaran berinkulturasi dalam konteks Indonesia. Studia Philosophica et Theologica, 22(2). https://doi.org/10.35312/spet.v22i2.441
Mayolla, I. G., & Rynanta, R. B. A. (2024). Memaknai dimensi sakramental perkawinan Katolik dalam Kanon 1055 §1–2 dari perspektif teologi tubuh Paus Yohanes Paulus II. Media: Jurnal Teologi dan Pastoral, 5(1). https://doi.org/10.53396/media.v5i1.218
Muharromah, M. N., & Zaidah, N. (2024). Analisis semiotika Roland Barthes pada tradisi siraman dalam pernikahan adat Jawa di Aksara Wedding Organizer Semarang. Research Review Journal, 6(5). https://doi.org/10.38035/rrj.v6i5.1045
Pakpahan, G., Hasiholan, A. M., & Salman, I. (2021). Budaya sungkem Desa Samirono dalam perspektif Hukum Taurat ke-5: Suatu kajian etika Kristen dan generasi muda. Jurnal …, 19(2). https://doi.org/10.31291/jlka.v19i2.990
Prasetyo, R. P., & Hasan, Z. (2025). Makna dan filosofi upacara siraman dalam pernikahan adat Jawa. Jurnal …, 3(6).
Ranti, A., & Adinuhgra, S. (2021). Pendampingan keluarga Katolik tentang sakramen perkawinan di Stasi Santo Petrus Cagkang Paroki Santa Theresia Lisieux Saripoi. Sepakat: Jurnal Pastoral, 7(1). https://doi.org/10.58374/sepakat.v7i1.38
Sari, O. (2023). Religiusitas ritual siraman pengantin adat Jawa. Kawruh: Journal of Local Culture, 5(1), 39–45. https://doi.org/10.32585/kawruh.v5i1.2916
Selatang, F., Wiwin, M. V. D., & Risti, M. A. G. E. (2023). Persepsi dan makna pembaharuan janji perkawinan terhadap keutuhan perkawinan oleh pasutri Katolik. Jurnal Ilmu Kateketik, 16(2). https://doi.org/10.24156/jikk.2023.16.2.108
Suma, I. M. M. (2022). Konsep yuridis tentang perkawinan yang sah dalam Gereja Katolik. Sewagati: Jurnal Ilmu Hukum, 1(1). https://doi.org/10.56910/sewagati.v1i2.771
Tibo, P., Tobing, O. S. L., & Muri, H. (2024). Inkulturasi liturgi Katolik dalam pembentukan identitas budaya dan religius mahasiswa calon katekis suku Batak. Studium Liturgicum, 6(2). https://doi.org/10.61717/sl.v6i2.100
Timotius. (2024). Perbandingan konsep kesucian dalam Kristen dan Hindu: Analisis filosofis dan teologis. Dekonstruksi, 10(1). https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i01.213
Usmanij, P. A., & Akbar, G. M. (2020). Tinjauan teologis mengenai pemahaman umat terhadap inkulturasi dan dampaknya: Studi kasus Gereja Katolik Ganjuran. Jurnal Gamaliel: Teologi Praktika, 2(1). https://doi.org/10.38052/gamaliel.v2i1.44
Waluyo, B. (2020). Sahnya perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Jurnal Moral dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(1). https://doi.org/10.23887/jmpppkn.v2i1.135
Wulandari, N. D., & Kaswati, A. (2023). Makna filosofis uborampe pasang tarub dan siraman pada upacara pernikahan adat Jawa di Kradenan, Jawa Tengah. Mimbar Kearifan Lokal, 7(2), 265–276. https://doi.org/10.30743/mkd.v7i2.7038
Y., P. O., F., K. S. L., & F., M. G. V. (2024). Pentingnya sakramen baptis bagi keselamatan menurut Katekismus Gereja Katolik. Jurnal Teologi Pastoral, 1(1). https://doi.org/10.53396/pthr.v1i1.196



