Analisis Teologis tentang Nilai Tanggung Jawab Suami dan Istri dalam Tradisi Angka' di Mala'bo

Authors

  • Mikael Sanda Layuk Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Yusran Bongga Upa' Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Melki Palele Institut Agama Kristen Negeri Toraja

DOI:

https://doi.org/10.61132/sukacita.v3i3.2379

Keywords:

Angka', Contextual Theology, Ephesians 5, Husband-Wife Responsibility, Mala'bo

Abstract

This study aims to describe the procession and symbolic meaning of the Angka' tradition in customary marriages in Mala'bo, Mamasa, and to theologically analyze the values of husband-wife responsibility it contains. Angka' is a tradition of giving buku lampa (thigh bone) to the groom and buku siruk (rib bone) to the bride as symbols affirming the husband's role as provider and the wife's role as household manager. This research uses a qualitative approach with an ethnographic-phenomenological design and an anthropological model of contextual theology, which regards local tradition as a locus theologicus that can be dialogued equally with biblical texts, particularly Ephesians 5:22-33 and Proverbs 31. Data were collected through in-depth interviews with customary leaders, couples who had undergone Angka', and local church leaders in Mala'bo, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings show that the meanings of buku lampa and buku siruk align with biblical principles of marital responsibility, although a gap was found between the tradition's symbolic ideal and present-day household practice due to shifting socio-economic conditions. The study also finds that the local church has not yet explicitly linked the value of Angka' with biblical teaching on family, opening a pastoral opportunity to integrate this tradition into premarital formation and Christian family counseling in Mamasa.

References

Anjaya, A., et al. (2022). Pendidikan Kristen dalam pelayanan konseling pranikah di era disrupsi. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(2), 378–392. https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i2.203

Dewi. (2026). Wawancara pribadi.

Illu, J., & G. J. S. (2021). Konseling pranikah dalam mempersiapkan keluarga Kristen di Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) “Jemaat Isa Almasih” Taman Mini. Jurnal PkM Setiadharma, 2(3). https://doi.org/10.47457/jps.v2i3.162

Kartika, H. (2021). Respons gereja terhadap tradisi pernikahan Jawa di Surakarta: Studi kasus Gereja Kristen Jawa. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 2(1).

Buijs, K. (2009). Kalimbuang Bori’: A sacred site and the ritual renewal of life in the Toraja highlands of Sulawesi, Indonesia. KITLV Press.

Lie, L., Tju, & W. O. (2019). Peran gereja dalam bimbingan pranikah dan pendampingan pasangan suami istri pasca menikah. The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan, 5(1). https://doi.org/10.54793/teologi-dan-kependidikan.v5i1.3

Mainar. (2026). Wawancara pribadi.

Manalu, E. O. (2020). Pengaruh konseling pranikah terhadap keutuhan keluarga. Jurnal Teologi dan Pelayanan (Antusias), 6(1).

Meldayanty. (2022). Kajian teologis makna Ma’randang dalam mendialogkan Injil di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Kalvari Marampan Orobua Kecamatan Sesenapadang [Skripsi, Institut Agama Kristen Negeri Toraja].

Mogot, U. (2003). Perkawinan secara Ma’randang menurut hukum adat Mamasa dilihat dari perspektif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan: Studi kasus terhadap Putusan Pengadilan Negeri No. 21/Pdt.G/2003/PN.Polmas [Tesis, Universitas Gadjah Mada].

Pakiding, & Hidayati. (2026). Wawancara pribadi.

Purba, P. P. (2020). Bimbingan pranikah melalui pendekatan pendidikan agama Kristen untuk mewujudkan rumah tangga bahagia. Davar: Jurnal Teologi, 1(2). https://doi.org/10.55807/davar.v1i2.8

Siburian, H. H. (2020). Studi eksposisi tanggung jawab suami istri menurut Efesus 5:22–33 dan aplikasinya bagi keluarga Kristen masa kini. OSF Preprints. https://osf.io/preprints/kdjh2

Sidu, M., & R., F. P. (2021). Nilai budaya dari ritual perkawinan Massarak sebagai materi pendidikan keluarga Kristen di Mamasa. Didache: Journal of Christian Education, 2(1). https://doi.org/10.46445/djce.v2i1.383

Singgih, E. G. (2020). Contextualization and inter-religious relationship in Java: Past and present. Asian Journal of Theology, 21(1).

Siswanto, K. (2017). Perjumpaan Injil dan tradisi Jawa Timuran dalam pelayanan misi kontekstual. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 1(1). https://doi.org/10.46445/ejti.v1i1.57

Telhalia. (2016). Teologi kontekstual pelaksanaan jalan hadat perkawinan Dayak Ngaju di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE). Religió: Jurnal Studi Agama-Agama, 6(2). https://doi.org/10.15642/religio.v6i2.605

Thalib, M. A. (2022). Pelatihan analisis data model Miles dan Huberman untuk riset akuntansi budaya. Madani: Jurnal Pengabdian Ilmiah, 5(1). https://doi.org/10.30603/md.v5i1.2581

Trisio, D. (2020). Tinjauan Alkitabiah terhadap prosesi perkawinan adat Dayak Tunjung di Kutai Barat. Mathetes: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 1(1).

Vorster, N. (2017). John Calvin on the status and role of women in church and society. The Journal of Theological Studies, 68(1). https://doi.org/10.1093/jts/flw201

Downloads

Published

2026-07-14

How to Cite

Mikael Sanda Layuk, Yusran Bongga Upa’, & Melki Palele. (2026). Analisis Teologis tentang Nilai Tanggung Jawab Suami dan Istri dalam Tradisi Angka’ di Mala’bo. Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 3(3), 101–112. https://doi.org/10.61132/sukacita.v3i3.2379

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.