Dosa dan Tanggung Jawab Moral dalam Narasi Kain dan Habel Berdasarkan Kejadian 4:1-16

Authors

  • Gita Kenan Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Yustin Lola Sampe Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Rande Pindan Institut Agama Kristen Negeri Toraja

DOI:

https://doi.org/10.61132/damai.v3i1.1986

Keywords:

Bystander Culture, Exegesis, Genesis 4:1-16, Moral Responsibility, Sin

Abstract

This research explores the narrative of Cain and Abel in Genesis 4:1-16 to dissect the concepts of sin and moral responsibility within a modern Christian context. Amidst the rising tide of individualism and "bystander culture," ethical responsibility toward others is often neglected behind religious formalities. Utilizing a qualitative method with a biblical exegesis approach, this study analyzes narrative structures, the personification of sin, and the dynamics of the dialogue between God and Cain. The findings indicate that sin in this text is understood as a relational failure and a failure of self-mastery, where humans possess the moral authority to conquer destructive impulses. Cain's rhetorical question, “Am I my brother’s keeper?”, is identified as a form of moral erosion leading to social and ecological alienation. However, God’s provision of a “mark” for Cain affirms that divine justice is always accompanied by the grace of providence. This research concludes that moral responsibility is a fundamental essence of humanity that demands the integration of ritual piety and social integrity. These findings are expected to serve as an ethical framework for academic and ecclesiastical communities, particularly in restoring the commitment to be “keepers” of one another amidst contemporary moral crises.

References

Adon, M. J. (2022). Asal-usul kejahatan dan penderitaan menurut Kitab Kejadian 3:1-24 dan usaha manusia melawan dosa. Jurnal Teologi Dan Musik Gereja, 2(November), 112-125. https://doi.org/10.54170/dp.v2i2.98

Butar-butar, H. (2023). Manifestasi kasih dan keadilan Allah: Kajian etis-teologi tentang kekerasan. Manna Rafflesia, 2(April 2022), 355-369.

Desi Y. Nahak, D. R. L., Roland Taneo, N. B., Orisen Natonis, S. A. T. (2025). Kisah Kain dan Habel dalam Kejadian 4:1-16 dan refleksinya tentang kehidupan bersaudara masa kini. Jurnal Ilmu Pengetahuan Naratif, 06(1), 1-16.

Elmi, E., Sambano, G. C., Somakila, E., & Kadaang, G. G. (2019). Persembahan yang layak di hadapan Tuhan ditinjau dari Kejadian 4:1-16 perspektif teori behavioristik. 1-10. https://doi.org/10.31219/osf.io/dfwrc

Emmanuel, S. T. T. R. (2025). Tinjauan teologis motivasi pemberian persembahan sebagai bukti esensi ibadah menurut Kejadian 4:1-16 dan aplikasinya dalam kehidupan ibadah pribadi Kristiani masa kini. 11(2), 154-165.

Germita, J., Sinai, B., Barat, M., Tuela, A. I., Udang, F. C., & Palar, Y. N. (2022). Menembus dominasi: Menelaah pemahaman jemaat dan upaya dekonstruksi terhadap teks-teks kekerasan dalam Alkitab serta implikasinya dalam pendidikan anak di jemaat Germita Bukit Sinai Melonguane Barat. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(8). https://doi.org/10.5281/zenodo.6613279

Kosmartua Situmorang. (2023). Tinjauan teologis motivasi pemberian persembahan sebagai dalam kehidupan ibadah pribadi Kristiani masa kini. (Studi analisis kasus di Gereja GBI Glow Fellowship Centre Thamrin Residence Jakarta Pusat). Jurnal Teologi Dokaiosune, 1(1), 43-59.

Kusnandar, C. (2017). Sepuluh perintah Tuhan bagian kedua: Kasih terhadap manusia dalam tinjauan etika Kristen. Jurnal Ilmiah Methonomi, 3(2), 73-82.

Loba, K. A., Nainggolan, S. N., Gale, S., Tanureja, I., & Dharma, U. S. (2023). Trilogi kekerasan dalam Perjanjian Lama: Membongkar pemahaman umat beriman tentang kekerasan manusia, kekerasan Ilahi, dan kekerasan doa. 4(2), 167-187. https://doi.org/10.34307/kamasean.v4i2.253

Pilenia, M. M., C. S., Helnita, S. (2023). Nilai moral: Cerita Kain dan Habel dalam Alkitab Perjanjian Lama. Jurnal Voice, 3(2). https://doi.org/10.54636/ptjhky43

Purba, M., & Hendriks, A. C. (2024). Persembahan yang layak di hadapan Tuhan: Suatu kajian pengalaman persembahan Kain dan Habel berdasarkan Kejadian 4:1-5. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 7, 1-5. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i5.4414

Sinambela, T. T. J. S. J. L. (2024). Pengaruh pemberian persembahan terhadap pelayanan dan kemajuan kerohanian anggota jemaat. Jurnal Ilmiah Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(2), 1-15. https://doi.org/10.61404/juitak.v2i2.212

Sipahutar, R. C., Sinaga, L., & Setiawidi, A. (2022). Tuhan juga mengasihi Kain: Menafsir ulang Kejadian 4:13-16 dengan lensa psikoteologi pengampunan Fraser Watts. 13-16. https://doi.org/10.37429/arumbae.v4i2.858

Vira, R. D., & Brilianda, F. (2023). Makna persembahan dari Kejadian 4:1-16 dan implikasinya terhadap masa kini. 3, 10563-10572.

Wijaya, H. (2016). Pengenaan manusia baru di dalam Kristus: Natur, proses, dan fakta serta implikasi teologis dan praktisnya. Jurnal Jaffary, 14(1), 23-24. https://doi.org/10.25278/JJ.v14i1.194.109-130

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Gita Kenan, Yustin Lola Sampe, & Rande Pindan. (2026). Dosa dan Tanggung Jawab Moral dalam Narasi Kain dan Habel Berdasarkan Kejadian 4:1-16. Damai : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Dan Filsafat, 3(1), 63–76. https://doi.org/10.61132/damai.v3i1.1986

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.