Pernikahan Dini Sebagai Penghambat Pendidikan Remaja: Studi Kasus tentang Kondisi Psikologis dan Masa Depan Remaja di Kabupaten Brebes Jawa Tengah
DOI:
https://doi.org/10.61132/hikmah.v3i1.2003Keywords:
Early Marriage, Pawned Ideals, Psychological Well-Being, School Dropout, Systemic TraumaAbstract
This study analyzes the dynamics of "Early Marriage and Shattered School Hopes" regarding eroded psychological well-being and pawned adolescent ideals in Brebes Regency. Using a qualitative case study design, data were gathered via in-depth interviews, participatory observation, and document analysis from eight informants, processed using Miles and Huberman's interactive model. Findings reveal early marriage is not merely a social event but systemic trauma damaging psychological structures through three aspects: first, victims' psychological conditions marked by identity loss, prolonged anxiety, and "fatalistic resignation"; second, lost educational access due to interactions of "normative-cultural coercion," "institutional structural barriers," and "economic-domestic double burdens"; third, manifestations of buried ideals comprising "hindered academic grief," "identity cognitive conflict," and "internalized existential despair." The research proves education loss from early marriage destroys human potential, altering character, leaving spiritual voids, and perpetuating intergenerational poverty cycles, thus urgently demanding holistic interventions including psychosocial rehabilitation and alternative education pathways. This study's main contribution is introducing the "systemic trauma" concept that actively extinguishes adolescents' existential hopes, filling literature gaps by providing a detailed psychological map to formulate recovery policies previously neglected in early marriage prevention discussions.
References
Agung, I. G., Lintang, K., Anulus, A., Hidayati, S., & Karmila, D. (2025). Hubungan pernikahan dini terhadap tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada wanita di Dusun Sade, Lombok Tengah. [Nama jurnal tidak disebutkan], 4(2). https://msj.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/72
Amilatus Nafisah, P. P. (2024). Analisis tingkat pendidikan dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pernikahan dini. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(19), 181–189. https://doi.org/10.5281/zenodo.14043130
Arslan, E. (2025). Ensuring validity and reliability in qualitative research. Pamukkale University Journal of Social Sciences Institute, 28(4), 383–394. https://doi.org/10.1136/ebnurs-2024-104232
Berliana, A. A. (2022). Unizar Recht Journal, 1(4), 430–440. https://e-journal.unizar.ac.id/index.php/urj
Diniaty, A., Kulsum, S., Riswani, R., & Salmiah, S. (2025). Pemberdayaan guru bimbingan konseling madrasah daerah 3T dalam mengatasi masalah psikososial remaja dengan menggunakan eco art counseling. As-Sidanah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(1), 140–163. https://doi.org/10.35316/assidanah.v7i1.140-163
Goni, C. J. J. G., Karundeng, M. S., Lumintang, D. W., Tinangon, E. N., Prayogo, P., & Korah, R. S. M. (2025). Dampak pernikahan dini. PT Penerbit Qriset Indonesia.
Herdiyana, R., Lestari, R., & Bahrum, M. (2023). Psikologi perkembangan sosial terhadap emosional pada anak usia dini. Banun: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 23–30.
Juntak, J. N. S., Rynaldi, A., Sukmawati, E., Arafah, M., & Sukomardojo, T. (2023). Mewujudkan pendidikan untuk semua: Studi implementasi pendidikan inklusif di Indonesia. Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah, 5(2), 205–214. https://doi.org/10.15575/jbpd.v5i2.26904
Khairunnisa, I. N. F., Putri, N. R. M., & Afrizal, M. (2025). Implikasi pernikahan dini terhadap hak-hak kewarganegaraan dan dampak psikologis pada pasangan muda di Indonesia. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 1(3), 151–156.
Kusumaningrum, P. R., Elsera, C., Sulistyowati, A. D., Sari, D. P., Suciana, F., & Shovmayanti, N. A. (2024). Peran pendidikan seks dalam membangun kesadaran seksual remaja. Mega Press Nusantara.
Latassaqia, R. (2025). Cerai gugat pasangan pernikahan dini atas penelantaran perspektif gender. Jurnal USM Law Review, 8(1), 282–303. https://doi.org/10.26623/julr.v8i1.11654
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis. Sage Publications.
Mokalu, V. R., & Boangmanalu, C. V. J. (2021). Teori psikososial Erik Erikson: Implikasinya bagi pendidikan agama Kristen di sekolah. Vox Edukasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 12(2), 180–192. https://doi.org/10.31932/ve.v12i2.1314
Puspasari, H. W., et al. (2026). Perkawinan anak di Indonesia: Faktor penyebab, dampak, dan strategi pencegahannya. Penerbit KBM Indonesia.
Rahman, F., Erlyani, N., Wulandari, A., & Akbar, A. D. F. (2025). Membangun kesiapan remaja: Strategi pendewasaan usia pernikahan. Uwais Inspirasi Indonesia.
Rohana, K. S., & Sainun. (2024). Pernikahan dini dalam perspektif hukum Islam: Studi kasus di Lombok. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains, 13(1), 119–128. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v13i1.22713
Utami, T. H., Sa’diyah, H., & Munawwarah, F. (2025). Qualitative data collection methods. Journal of Social Sciences, Economics and Education, 3(3), 133–142.
Wahyuningsih, S. (2025). Pernikahan dini di Madura: Krisis komunikasi keluarga, stunting, dan luka mental. Penerbit KBM Indonesia.
Yunus, Y. (2025). Pernikahan dini karena faktor ekonomi dan budaya di Dusun Pasirhantap. Jurnal Kajian Ekonomi dan Manajemen Indonesia (JKEMI), 3(2), 93–104. https://doi.org/10.61079/jkemi.v3i2.151
Yusrina, K. M., Maharani, M., Aliffah, N. U., & N. R. (2023). Budaya korupsi: Ketimpangan sosial ekonomi antar pejabat negara dan masyarakat akibat pandemi. Jurnal Sosial dan Sains, 3(12), 1328–1337. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v3i12.1158



