MAKNA RITUAL LODONG ME SUKU RAWA DALAM HUBUNGAN DENGAN SAKRAMEN PEMBAPTISAN DI PAROKI SANTA PERAWAN MARIA RATU TANARAWA

Authors

  • Maria Menti STIPAS Keuskupan Agung Kupang
  • Petrus Tamelab STIPAS Keuskupan Agung Kupang
  • Antonius I.N Tukan STIPAS Keuskupan Agung Kupang

DOI:

https://doi.org/10.61132/sukacita.v3i3.2346

Keywords:

Baptism, Catechesis, Lodong Me Ritual, Meaning, Rawa Tribe

Abstract

The understanding and appreciation of the Lodong Me ritual in relation to the sacrament of baptism by the Rawa tribe in the Parish of the Virgin Mary Queen of Tanarawa remains minimal. This is because the congregation tends to consider the Lodong Me ritual more important. Consequently, most congregation members prioritize the Lodong Me ritual over the Sacrament of Baptism. This study aims to explore the deeper meaning of the Lodong Me ritual in relation to the Sacrament of Baptism. The method used is a qualitative method with a phenomenological approach through interviews and documentation with traditional elders, parish priests, religious teachers, and congregation members. The collected data is processed and presented phenomenologically. The results indicate that the congregation's understanding of the meaning of the Lodong Me ritual and the Sacrament of Baptism remains very limited. This can be improved through catechesis and faith-building activities, which are expected to enhance the congregation's understanding of the Sacrament of Baptism.

References

Abdussamat. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makasar: Syakir Media Press.

Alfredus, Viktricius Laudasi. (2023). Ritus Waung Woza Laka pada Masyarakat Kampung Lete Manggarai Timur dalam Perbandingan dengan Sakramen Baptis dan Relevansinya bagi Karya Pastoral Keluarga. . Repositori Institusi.

Bakok Yosef. (2005). sakramen-sakramen dalam Gereja Katolik. Ende: Nusa Indah.

Bera Bernadeta. (2023). Korelasi Pemahaman dan Pelaksanaan orang Tua Katolik Terhadap Sakramen Baptis bagi Bayi di Stasi Mikhael Samarinda. Kateketik dan Pastoral. Vol.(08) Nomor (02), Halaman (110-118). https://doi.org/10.53544/sapa/v8i2.428.

Boruk Metodius. (2020). Ritus Lohor Dedi Masyarakat Hewa, Flores Timur, Dalam Perbandingan dengan Sakramen Pembaptisan Anak-anak Gereja Katolikdan Kemungkinan Adaptasinya. Pendidikan dan Kebudayaan.

Dasi Simplicius. (2013). Mengenal Budaya Leluhur Nian Tana Sikka. Maumere: Ledalero.

Dionisius Fransiskus (2007). Baptisan Bayi dan Anak-anak.Ende: Nusa Indah.

Nikolaus Dister Syukur. (2004). Kristologi Sebuah Sketsa. Yogyakarta: Kanisius.

Fridolin, Kana. (2022). Makna Ritus-ritus Seputar Kelahiran Pada Suku Akolit dan Relasinya dengan Ajaran Gereja Katolik Tentang Sakramen Pembaptisan dan Relevansinya bagi Karya Pastoral. Tesis IFTK Ledalero.

Ghozali. (2011). Antropologi Agama: Upaya Memahami Kegeragaman Kepercayaan, Keyakinan, dan Agama. Bandung: Alfabeta.

Haryanto. (2020). Fungsi dan Makna Ritus Tae Laos di Kampung Wangkung. DOI: https://doi.org/10.24843/SP.2020.v4.i01.p01

p-ISSN: 2528-4517.Sunari Penjor: Journal of Anthropology

Iman Katolik. (1996). Yogyakarta: KANISIUS.

Katekismus Gereja Katolik. (2007). Ende: Nusa Indah.

Koentjaraningrat. (1984). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Koentjaraningrat. (2005).Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta.

Leo, Yohanes. (2023). Pengertian Ritual Lodong Me. Maumere: Ledalero.

Lero, Mauritis. (2020). Makna Kelahiran dalam Adat Sikka Flores. Widya Sasana, 149-150.

Lio, Zakeus Daeng. (2014). Ritus Lodong Ana Dalam Masyarakat Lamaholot dan Sakramen Baptis: Pengantar sebuah Perbandingan. Teologi.

Mani, Nawa. (2025). Ritual Adat Hapo Ana( Syukuran Bayi Baru Lahir) Oleh penganut Jingitiu di Desa EimadakeKecamatan Sabu Raijua Tengah Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian dan pengembangan Pendidikan. http://ejournal.upg45ntt.ac.id/index.php/ciencias/index.

Maria, Hekin Ema. (2022). Menelaah Ritual Adat Ohon Ana Suku Limahekin dalam Hubungan dengan Sakramen Pembaptisan. Agama, Pendidikan dan Budaya. Volume 3 No.1 ISSN: 2746-8623 | e-ISSN: 2775-8699

DOI: https://doi.org/10.56358/japb.v3i1.126

Martasudjita, E. (2003). Sakramen - Sakramen Gereja Katolik. Yogyakarta: PT Kanisius.

Moeleong. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Florens Maxi Un Bria, (2026). Revitalizing Serwisu Hamutuk: Interfaith Synergy and Social Cohesion on the Indonesia–Timor–Leste Border, Vol. 11 No. 1 DOI: https://doi.org/10.25217/jf.v11i1.7174

Florens Maxi Un Bria,Valentinus Kopong Masan,Yovince Abatan, Fransiskus Bustan. (2025). Mengungkap Tema Ritual Puah Manus Masyarakat As Manlea dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Bangsa, Vol. 7, No. 1 at https://ojs-jireh.org/index.php/jireh

DOI: 10.37364/jireh.v7i1.336

Florens Maxi Un Bria,Maria Roswita Mataufina, Yofince Abatan. (2024). Makna Hauteas Dan Relevansinya Bagi Umat Suku Nopala, Maubesi-Atambua. Jurnal Penelitian Dosen

Volume 5 Nomor 2. Edisi Desembar 2024 urnal Penelitian Dosen

P-ISSN: 2579-9355. E-ISSN: 2797-2216.

Nasir. (2023). Pendekatan Fenomenologi dalam Penelitian Kualitatif. INNOVATIVE;Journal Of Social Science Research, 45.

https://j-innovative.org/index.php/Innovative.

Nggoro. (2006). Budaya Manggarai Selayang Pandang. Budaya Manggarai. Ende: Selayang Pandang.

Nilamsari. (2014).Memahami Studi Dokumentasi Dalam Penelitian Kualitatif. Wacana.

Posman. (2003). Berkenalan Dengan Antropologi. Jakarta: Erlangga.

Purwanto. (2015). Sakramen -Sakramen Baptis. Jakarta: KANISIUS.

Rhacmawati. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Depok: Universitas Indonesia.

Simanjuntak. (2003). Berkenalan Dengan Antropologi. Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian. Bandung: ALFABETA.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: AFABETA.

Sekundus Septon Pigon Ton. (2023). Lodong Me Sebagai Ucapan Rasa Syukur Atas Kelahiran Anak dan Restu Para Leluhur Prespektif Adat Maumere, Sikka, Flores. Pendidikan dan Kebudayaan. Vol. 2 Nomor 2, Hal.149-159.

Tohirin. (2012). Pengaruh Supervisi dan Disiplin Kerja Kinerja Guru. Jurnal Mandiri :Ilmu pengetahuan, Seni ,Dan Tegnologi.

Yohanes Gobang. (2023). Komunikasi Ritual dalam Tradisi Lodong Me di Desa Watumilok, Kecamatan

Downloads

Published

2026-07-16

How to Cite

Maria Menti, Petrus Tamelab, & Antonius I.N Tukan. (2026). MAKNA RITUAL LODONG ME SUKU RAWA DALAM HUBUNGAN DENGAN SAKRAMEN PEMBAPTISAN DI PAROKI SANTA PERAWAN MARIA RATU TANARAWA. Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 3(3), 72–82. https://doi.org/10.61132/sukacita.v3i3.2346