Kontruksi Etika Digital Perspektif Pendidikan Islam Melawan Tantangan Era Society 5.0

Authors

  • Fatimah Nurfadilah Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Dini Pebriana Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.61132/hikmah.v3i2.2194

Keywords:

Digital Ethics, Digital Media, FOMO (Fear of missing out), Islamic Education, Society 5.0

Abstract

This study aims to map the principles of ethics and adab in the use of digital media from an Islamic perspective, examine their relevance to the dynamics of digital media usage in the contemporary era, and formulate pedagogical implications for the development of digital ethics education in Islamic educational institutions. The ongoing digital transformation, which has altered learning patterns and social interactions, has also given rise to various challenges, including the spread of misinformation, hate speech, and cyberbullying, thereby highlighting the need for a digital ethics framework grounded in Islamic values. The findings reveal five fundamental principles of adab in digital media usage, namely tabayyun as a mechanism for information verification, amanah as the foundation of honesty, qoulan sadidan as a guideline for truthful communication, satr al-awrah as a principle of privacy protection, and muraqabah as an awareness of Allah’s supervision. This study also highlights the phenomenon of FOMO (fear of missing out), which may foster dependence on digital media and shift the spiritual orientation of Muslim adolescents. Therefore, families and educational institutions are encouraged to integrate Islamic values into digital literacy through exemplary conduct, strengthening parental roles, and implementing character-oriented learning in a holistic manner.

References

Abdullah, M. S. (2022). Konstruksi akhlak digital bagi generasi milenial: Studi analisis terhadap perilaku netizen Muslim. Jurnal Studi Islam Kontemporer, 13(1), 45–58.

Ahmad, F., & Hamzah, Z. (2021). Konsep qoulan sadidan dalam Al-Qur'an dan aktualisasinya dalam komunikasi media sosial. Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Hadis, 4(2), 112–127.

Alfarizi, I. (2025). Batasan privasi dalam hukum Islam: Analisis fenomena oversharing di media sosial. Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), 56–65. https://doi.org/10.58540/jih.v1i2.745

Alfiyansyah, H., Nurlela, E., Fakhury, A. N., & Kurahman, O. T. (2025). Etika digital dalam profesionalisme guru pendidikan agama Islam: Menjaga nilai spiritualitas di tengah inovasi pembelajaran. IQRO: Journal of Islamic Education, 8(3), 1117–1126. https://doi.org/10.24256/iqro.v8i3.8418

Anisah, A., Nazib, F., & Putri, C. M. (2024). Perundungan dunia maya (cyberbullying) dan cara mengatasi perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 201–212. https://doi.org/10.52434/jpai.v3i1.3746

Anwar, K. (2023). Fikih informasi: Rekonstruksi metodologis penanggulangan hoaks di era digital berbasis nilai Islam. Jurnal Hukum Islam Kontemporer, 15(1), 23–39.

Ariza, F. N., Khofifa, S., Nabilla, S. H., Dawamah, H., & Simamora, M. (2026). Etika bermedia sosial dalam perspektif ayat-ayat akhlak. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 2(1), 114–120.

Fatimah, S. (2022). Peran sinergis orang tua dan guru PAI dalam menanggulangi dampak negatif cyberbullying pada remaja. Jurnal Pendidikan Karakter Bangsa, 8(3), 201–214.

Ghazi, F., & Kholid, I. (2025). Urgensi pendidikan Islam dalam membentuk etika digital generasi alpha di era industri 5.0: Etika digital. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 247–260.

Hasanah, U., & Sukri, M. (2023). Implementasi literasi digital dalam pendidikan Islam: Tantangan dan solusi. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 11(2), 177–188. https://doi.org/10.26618/equilibrium.v11i2.10426

Malik, M. S., Nikmah, L., Wati, I. F., Ardhyantama, V., Imaduddin, M., Andriningrum, H., & Maslahah, M. (2024). Etika komunikasi dalam perspektif Al-Qur'an dan hadis. ASNA: Jurnal Kependidikan Islam dan Keagamaan, 6(2), 24–40.

Munir, M. (2023). Konsep muraqabah sebagai instrumen kontrol diri dalam penggunaan gadget pada anak usia dini. Jurnal Psikologi Islam, 10(2), 189–202.

Pratama, R. A. (2023). Digital citizenship berbasis nilai Islam: Strategi baru kurikulum PAI di era Society 5.0. Jurnal Teologi dan Pendidikan Islam, 6(2), 213–228.

Ramadhan, H. (2021). Cyber-ethics dalam Islam: Perlindungan privasi data dan larangan tajassus di dunia maya. Jurnal Sains and Teknologi Islam, 5(2), 88–103.

Risdwiyanto, A., & Kurniyati, Y. (2015). Strategi pemasaran perguruan tinggi swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta berbasis rangsangan pemasaran. Jurnal Maksipreneur: Manajemen, Koperasi, dan Entrepreneurship, 5(1), 1–23. https://doi.org/10.30588/jmp.v5i1.142

Setiawan, I., Chalim, A., & Amalia, A. R. (2025). Etika digital dalam perspektif pendidikan agama Islam. Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, 9(1), 284–304.

Supriyadi, T. (2021). Pencegahan plagiarisme akademis digital melalui penanaman sifat amanah pada mahasiswa. Jurnal Etika Pendidikan, 6(1), 44–59.

Telfah, S. K., Nazwa, S. L., Herliani, L., & Nazib, F. M. (2026). Etika bermedia digital dalam perspektif pendidikan Islam. Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 1(4), 1441–1451.

Zainuddin, M. (2022). Metodologi penelitian perpustakaan untuk studi Islam kontemporer: Sebuah panduan praktis. Jurnal Metodologi Ilmiah, 3(2), 143–156.

Zaman, A. Q., Abdirahman, K., & Mahbubi, M. (2026). Integrasi literasi digital dalam kurikulum pendidikan Islam untuk meningkatkan etika bermedia sosial siswa. SUKIJO CiRCLE: Journal of Contemporary Islamic Education Studies, 2(1).

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

Fatimah Nurfadilah, & Dini Pebriana. (2026). Kontruksi Etika Digital Perspektif Pendidikan Islam Melawan Tantangan Era Society 5.0. Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam, 3(2), 111–120. https://doi.org/10.61132/hikmah.v3i2.2194

Similar Articles

<< < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.