Rekomstruksi Filsafat Pendidikan Islam di Era Digital

Authors

  • Nur fitri Universitas Islam Negeri Prof. K.H Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Roihan nabil hanif Universitas Islam Negeri Prof. K.H Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Syifa ainur arstya Universitas Islam Negeri Prof. K.H Saifuddin Zuhri Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.61132/ikhlas.v3i3.2326

Keywords:

Axiologi, Curriculum Reconstruction, Digital Literacy, Educational Philoshophy, Integrative Epistemologi

Abstract

The development of digital technology and artificial intelligence has fundamentally transformed how knowledge is acquired, managed, and disseminated, pressuring education especially Islamic education to adapt without losing its spiritual and moral identity. This study aims to analyze the reconstruction of educational philosophy in the digital era to establish a system that is solutive, relevant, and vision-oriented in producing generations who are intellectually competent while possessing high spiritual integrity. Using a qualitative approach involving literature study and qualitative content analysis, the study examines literature on the ontology, epistemology, and axiology of education, as well as previous research related to digital transformation and responsive curricula. The findings indicate that educational philosophy remains the primary foundation for determining the direction, objectives, and implementation of the educational process; the epistemological dimension requires reconstruction through an integrative paradigm that combines revelation, reason, empirical experience, and digital literacy; while axiology plays a strategic role in shaping ethical character amid unverified information flows. This finding underscores the urgency of transforming the paradigm from a textual approach toward a contextual-integrative one capable of harmonizing technological sophistication with the internalization of moral and spiritual values. The study's limitation lies in its conceptual nature without empirical verification; therefore, further studies are recommended to test the model through case studies, experiments, or surveys across various multicultural contexts.

References

Afriyanto, D., & Anandari, A. A. (2024). Rekonstruksi konsep pendidikan Islam pada masyarakat madani era modern melalui pendekatan ontologis Al-Qur'an. 4(6). https://doi.org/10.59818/jpm.v4i6.995

Anwar, A. (2025). Rekonstruksi paradigma pendidikan agama Islam integratif-transformatif dalam merespons tantangan pendidikan abad ke-21. 2(4), 2437–2443.

Asmara, A. Y., Annur, F., & Azizah, N. (2025). Rekonstruksi pendidikan Islam dalam membingkai pendidikan karakter dan dominasi artificial intelligence. 6, 106–118. https://doi.org/10.21154/maalim.v6i1.11014

Basri, H. (2026). Rekonstruksi filsafat manajemen pendidikan Islam di era digital: Integrasi nilai tauhid dan teknologi untuk transformasi pendidikan. 4(4), 11357–11363.

Chumaerotur, S., Risqoh, R., Khobir, A., Islam, U., & Abdurrahman, N. K. H. (2025). Jurnal Impresi Indonesia (JII) rekonstruksi pemikiran konstruktivisme dalam era kecerdasan buatan: Refleksi filsafat pendidikan atas pembentukan kesadaran manusia. 4(11), 4098–4105.

Hermawan, R., Wulandari, N. P., Muslihat, E., Alfauzi, H. K., & Hadad, N. (2026). Filsafat pendidikan Islam dalam perspektif rekonstruksi pemikiran kritis untuk menjawab tantangan modernitas paripurna (insān kāmil) melalui integrasi aspek spiritual, intelektual, dan moral yang bersumber Islam, khususnya melalui pendekatan pemikiran kritis. Rekonstruksi dalam konteks ini tidak menekankan keseimbangan antara dimensi spiritual, etis, dan sosial (Yulistina et al., 2021). (November 2025).

Hidayat, F. (2015). Pengembangan paradigma integrasi ilmu: Harmonisasi Islam dan sains dalam pendidikan. IV.

Hidayat, F. (2025). Pragmatisme dalam pendidikan Islam: Tinjauan filosofis atas integrasi tauhid dan kewirausahaan di TK Khalifah. 15(1), 28–37.

Hidayat, F., Lembaga, D., Islam, P., & Homepage, J. (2025). Trikotomi filsafat pendidikan Islam di tengah dinamika lembaga pendidikan Islam kontemporer Fahri Hidayat. 1–15.

Indonesia, J., & Pendidikan, K. (2026). Rekonstruksi filosofi pendidikan Islam di era kecerdasan artifisial: Analisis pendekatan sistem Maqāṣid al-Sharī'ah Jasser Auda. 2(1), 48–60.

Ipas, P., Vi, K., & Mi, S. D. (2025). Integrasi nilai religius-nasionalis KH Saifuddin Zuhri dalam. 5(2), 243–258.

Islam, P., Pemikiran, R., Digital, E., & Guru, P. (n.d.). Rekonstruksi pemikiran pendidikan Islam di era digital: Studi interpretatif terhadap paradigma guru MAS. 237–252.

Islam, U., Sjech, N., & Djambek, M. D. (2025). Jurnal Pendidikan Multidisipliner rekonstruksi hierarki ilmu sebagai basis pemecahan. 8, 155–164.

Juliyanti, E., Rahmi, L., & Zohra, F. (2026). A literature review on reconstructing Islamic educational philosophy in the digital age: Between classical wisdom and AI ethics. 5(1), 193–203. https://doi.org/10.54259/diajar.v5i1.6781

Keguruan, J. I., & Vol, I. P. (2025). 1,2,3,4. 5(4), 706–716.

Mokoagow, G. C., & Yahiji, K. (2026). Transformasi filsafat pendidikan Islam: Sintesis tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib dari pemikiran klasik hingga era digital. 18(1), 247–260. https://doi.org/10.35457/konstruk.v18i1.5469

Pendidikan, J., Islam, A., & Wahid, U. (2019). Jurnal Pendidikan Agama Islam Universitas Wahid Hasyim. 7(1), 103–121.

Priyanto, A. (2020). Pendidikan Islam dalam era Revolusi Industri 4.0. 6(2), 80–89.

Rahmah, E. F., Syam, I., Maulani, D. F., & Azis, A. (2025). Transformasi pendidikan Islam di era globalisasi dalam perspektif epistemologi ilmu. 2(1), 167–176.

Rekonstruksi, A., & Dalam, K. (2025). Kerangka dasar pemikiran pendidikan Naquib Al-. 8(2), 86–99. https://doi.org/10.62750/866ran10

Risalah, T., & Mustaghfiroh, H. (n.d.). Rekonstruksi filsafat pendidikan Islam. A. Pendahuluan: Berbagai fenomena sosial yang belakangan ini marak terjadi, mulai dari tawuran, konflik SARA hingga fenomena korupsi, seakan menampar eksistensi pendidikan kita. Meskipun pendidikan bukan satu-satunya faktor penyebab fenomena tersebut, namun harus diakui bahwa pendidikan mempunyai andil besar dalam pembangunan karakter manusia. Banyak pihak yang kemudian bertanya, apakah ada yang salah dengan pendidikan kita? Pendidikan merupakan faktor utama pembangunan potensi manusia. Melalui pendidikan manusia akan mampu melaksanakan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai manusia. Di sini pendidikan harus diupayakan sedemikian rupa untuk mampu menghasilkan output pendidikan yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan. Apalagi dalam konteks pendidikan Islam, maka ada beban sosial yang harus dipikul oleh pendidikan Islam ini. Sebagai penjaga gawang moralitas muslim, pendidikan Islam dituntut untuk mampu membekali output pendidikan dalam penerapan karakter dan moralitas keislaman yang mulia. Sehingga, tanpa bermaksud melakukan simplifikasi, keberhasilan pendidikan Islam pada dasarnya bisa diukur dari karakter dan perilaku muslim, yang merupakan output pendidikan Islam. Berbagai macam problematika pendidikan yang selama ini selalu ada, mengisyaratkan bahwa pendidikan merupakan proses dinamis yang berkesinambungan. Ini berarti bahwa permasalahan. 10(1), 89–104.

Saragih, I., & Mihardi, I. (2025). Rekonstruksi tujuan pendidikan Islam berdasarkan filsafat pendidikan Al Attas: Implikasi bagi perumusan visi lembaga. 1(1), 20–32.

Syafi, M. (2026). Rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam: Integrasi nilai-nilai filsafat Islam dalam pengembangan kurikulum multikultural era digital. 4, 423–429.

Syekh, S., Pandeglang, M., & Alamin, R. (2025). Ta'dibiya Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025 rekonsruksi pemikiran filsafat pendidikan Islam Ina Herlinawati Pendahuluan Pendidikan Islam secara ideal ilmu pengetahuan, serta mampu menjadi hamba Allah dan khalifah di bumi pendidikan Islam banyak yang praktik mengalami bertujuan membentuk manusia seutuhnya (insan kamil), yakni yang beriman. Ta'dibiya Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025 dikotomi ilmu (pemisahan ilmu agama dan ilmu umum), yang menghasilkan peserta didik yang pincang, unggul di satu sisi tetapi lemah di sisi lain. Terkesan tradisional dan kurang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta tuntutan dalam tataran filosofis maupun operasional, tidak lagi sekadar trial and error, mengintegrasikan kembali dimensi spiritual (keimanan/akhlak) secara kokoh dengan masyarakat modern, menawarkan kerangka antisipatif dan proaktif terhadap perubahan sosial yang cepat tanpa kehilangan esensi ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dalam merespons kritik, kerusakan lingkungan, radikalisme, dan krisis moral, diperlukan landasan filosofis yang relevan. Filsafat pendidikan Islam berfungsi sebagai landasan fundamental dalam merumuskan tujuan dan kurikulum. Rekonstruksi ini diperlukan untuk menata ulang strategi pengembangan, terutama pada aspek kurikulum dan pembelajaran pendidikan Islam agar mampu memberikan paradigma dan blueprint. 5(1), 1–15.

Wahyuni, H., Barizi, A., Kawakip, A. N., Aluf, W. Al, & Ardiansyah, I. (2024). Tantangan dan peluang pendidikan Islam di era digitalisasi dalam sudut pandang filsafat pendidikan Islam. 9(April), 206–217.

Downloads

Published

2026-07-06

How to Cite

Nur fitri, Roihan nabil hanif, & Syifa ainur arstya. (2026). Rekomstruksi Filsafat Pendidikan Islam di Era Digital. Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 3(3), 84–93. https://doi.org/10.61132/ikhlas.v3i3.2326

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.