Harmonisasi Nilai Qur'an dan Kebijakan Pemerintah Tentang Rumah Ibadah: Telaah Pemikiran Buya Hamka

Authors

  • Fauzul Kabir Univesitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.61132/karakter.v2i4.1322

Keywords:

Government Policy, House Of Worship, Qur’an, Tafsir Al-Azhar, Tolerance

Abstract

This study aims to analyze the harmony between the values of the Qur’an and the Indonesian government’s policy on the establishment of houses of worship, with reference to Tafsir Al-Azhar by Buya Hamka. The research method used is qualitative descriptive, employing a library research approach. Data were collected from Qur’anic verses discussing houses of worship and from government regulations, particularly the Joint Regulation of the Minister of Religious Affairs and the Minister of Home Affairs Nos. 9 and 8 of 2006. The findings show that, according to Hamka, houses of worship serve both spiritual and social functions as places that strengthen human relationships with God and with others. The interpretation of Q.S. Ali ‘Imran [3]:96 emphasizes the value of piety in the establishment of places of worship, while Q.S. Al-Hajj [22]:40 highlights the importance of protecting all houses of worship as symbols of interreligious tolerance. These Qur’anic values are consistent with government policies that uphold the principles of justice, tolerance, and religious harmony. Thus, there exists a harmonization between divine revelation and state regulation in maintaining social harmony and religious freedom in Indonesia.

References

Afrizal Nur. (2021). Memahami orientasi dan corak penafsiran Buya Hamka. Yogyakarta: Kalimedia.

Agito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Jawa Barat: CV Jejak.

Al-Fathani, I. A. (2015). Biografi tokoh dan revolusi Melayu Buya Hamka. Jakarta: Arqom Patani.

Ali, A. (2007). Agama dalam ilmu perbandingan. Bandung: Nuansa Aulia.

Al-Kharbuthli, A. H. (2013). Terjemah Tarikh Ka’bah: Sejarah Ka’bah, kisah rumah suci yang tak lapuk dimakan zaman. Jakarta: Turos Khazanah Pustaka Islam.

Arifianto, Y. A., & Santo, J. C. (2020). Tinjauan trilogi kerukunan umat beragama berdasarkan perspektif iman Kristen. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.38189/jan.v1i1.38

Ash-Shiddieqy, T. M. H. (2003). Tafsir Al-Qur’anul Majid Juz 5. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra.

Az-Zuhaili, W. (2016). Tafsir al-Munir Jilid 9: Aqidah, syari’ah, manhaj (Al-Furqon, Al-Tahrim, Juz 17–18). Jakarta: Gema Insani.

Badan Kesejahteraan Masjid. (2000). Fikih masjid. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji.

Bagir, Z. A., dkk. (2011). Laporan tahunan kehidupan beragama di Indonesia tahun 2008. Yogyakarta: CRCS UGM.

Departemen Agama RI. (1983). Pedoman dasar kerukunan hidup beragama. Jakarta: Proyek Pembinaan Hidup Beragama.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1995). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Fathurrahman, A. (1986). Pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi masyarakat. Dalam Darmansyah et al. Ilmu sosial dasar (kumpulan esai). Surabaya: Usaha Nasional.

Fatmawati. (2011). Perlindungan hak atas kebebasan beragama dan beribadah dalam negara hukum Indonesia. Jurnal Konstitusi, 8(4). https://doi.org/10.31078/jk844

Fitrah Sugiarto. (2023). Ulum al-Qur’an: Ringkasan materi dasar ilmu-ilmu tentang al-Qur’an. Bantul: Lembaga Ladang Kata.

Gazalba, S. (1994). Masjid: Pusat ibadah dan kebudayaan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna.

Gusmian, I. (2003). Khazanah tafsir Indonesia: Dari hermeneutika hingga ideologi. Bandung: Teraju.

Hamka, I. (2013). Ayah: Kisah Buya Hamka. Jakarta: Republika Penerbit.

Hamka, R. (2016). Pribadi dan martabat Buya Hamka. Jakarta Selatan: Noura (PT Mizan Publika).

Hamka. (1966). Kenang-kenangan hidup. Kuala Lumpur: Pustaka Antara.

Hamka. (2001). Kata pengantar Tafsir Al-Azhar (Orang-orang yang saya kenang). Tafsir Al-Azhar, Juz 1. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Hamka. (2007a). Tafsir Al-Azhar Jilid 2. Singapura: Pustaka Nasional.

Hamka. (2007b). Tafsir Al-Azhar Jilid 6. Singapura: Pustaka Nasional.

Hamka. (2015). Keadilan sosial dalam Islam. Depok: Gema Insani.

Hidayati, H. (2018). Metodologi tafsir kontekstual Al-Azhar karya Buya Hamka. El-Umdah: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 1(1), 38–45. https://doi.org/10.20414/el-umdah.v1i1.407

Ishomuddin. (2002). Pengantar sosiologi agama. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Lubis, A. K. (2023). Isu-isu masyarakat terhadap pembangunan rumah ibadah di Desa Laut Lendang Percut Sei Tuan: Studi kasus gereja di Desa Laut Dendan. Anwarul: Jurnal Pendidikan dan Dakwah, 3(5). https://doi.org/10.58578/anwarul.v3i5.1404

Malkan. (2009). Tafsir Al-Azhar: Suatu tinjauan biografis dan metodologis. Jurnal Hunafa, 6(3), 359–376. https://doi.org/10.24239/jsi.v6i3.146.359-376

Mizan. (2014). Identifikasi potensi konflik pra dan pasca pendirian rumah ibadah di Indonesia dan upaya mengatasinya: Studi kasus di kota dan kabupaten Bogor. Jurnal, 2(1).

Musyarif. (2019). Buya Hamka: Analisis sosial terhadap kitab Tafsir Al-Azhar. Al-Ma’arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 1(1). https://doi.org/10.35905/almaarief.v1i1.781

Nendissa, J. E., Simamora, R. H., Rotua, D. M., Baringbing, P. G. W., & Farneyanan, S. (2024). Pluralisme agama-agama: Tantangan, peluang, dan perspektif teologis dalam membangun kerukunan umat beragama di Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama dan Teologi Indonesia, 2(2), 155–184. https://doi.org/10.24246/sami.vol2i2pp155-184

Norbani, M. A. (2015). Pendirian rumah ibadah di Kota Cirebon pasca pemberlakuan peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006. Harmoni: Jurnal Multikultural dan Multireligius.

Rahmat Rosyadi, A., & Ahmad, R. (2006). Formalisasi syariah: Perspektif tata hukum di Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia.

Rofiq, A. (2011). Tafsir resolusi konflik. Malang: UIN-Maliki Press.

Safei, A. A. (2020). Sosiologi toleransi: Kontestasi, akomodasi, harmoni. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Setiawan, M. N. K. (2006). Al-Qur’an kitab suci terbesar. Yogyakarta: Elsaq Press.

Shabrina, N. (2019). Penyelesaian konflik rumah ibadah di Bekasi (Studi pendirian Gereja St. Stanislaus Kostka di Kec. Jati Sampurna). (Skripsi, Fakultas Ushuluddin, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta).

Shihab, M. Q. (1998). Wawasan al-Qur’an: Tafsir tematik atas berbagai persoalan umat. Bandung: Mizan.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Misbah Jilid 2: Pesan, kesan, dan keserasian al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.

Simon, S., & Arifianto, Y. A. (2021). Kerukunan umat beragama dalam bingkai iman Kristen di era disrupsi. Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi, 1(1), 35–43. https://doi.org/10.58466/literasi.v1i1.1270

Soffi, D. A. (2023). Dialog lintas iman: Upaya Forum Kerukunan Umat Beragama dalam membangun kehidupan toleransi umat beragama. Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter, 7(2), 176–192. https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2023.007.02.5

Sumika Putri, N. (2011). Pelaksanaan kebebasan beragama di Indonesia (external freedom) dihubungkan dengan izin pembangunan rumah ibadah. Jurnal Dinamika Hukum, 11(2). https://doi.org/10.20884/1.jdh.2011.11.2.183

Syarif, M. (2023). Pengaturan pendirian rumah ibadah dan konflik antara umat beragama di Kabupaten Aceh Singkil. Al-Ijtima’i: Jurnal Ilmu Sosial dan Keagamaan, 8(2). https://doi.org/10.22373/jai.v8i2.2431

Tim Pengkajian Komnas HAM RI. (2020). Pengkajian Komnas HAM RI atas PMB No. 9 dan 8 terkait pendirian rumah ibadah. Jakarta: Komnas HAM RI.

Tim Penyusun Terjemah Al-Qur’an. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya (Edisi penyempurna 2019). Jakarta: Lajnah Pentashih Al-Qur’an.

Zed, M. (2004). Metodologi penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2025-10-27

How to Cite

Fauzul Kabir. (2025). Harmonisasi Nilai Qur’an dan Kebijakan Pemerintah Tentang Rumah Ibadah: Telaah Pemikiran Buya Hamka. Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam, 2(4), 81–99. https://doi.org/10.61132/karakter.v2i4.1322

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.