Aktivitas Sosial Masyarakat pada Tradisi Pertunjukan Wayang Golek
Studi Living Hadis di Kota Bogor
DOI:
https://doi.org/10.61132/moral.v2i4.1783Keywords:
Living Hadith, Local Traditions, Mutual Cooperation, Social Activities, Wayang GolekAbstract
This study explores community social activities within the tradition of Wayang Golek performances as a form of living hadith in the city of Bogor. The Wayang Golek tradition reflects the practical implementation of the teachings of the Prophet Muhammad SAW in the daily lives of the Sundanese community. Using a qualitative approach, the study involved participant observation and in-depth interviews with puppeteers and audience members. The findings indicate that Wayang Golek performances function not only as cultural entertainment but also as an indirect medium for strengthening moral values, mutual cooperation, and Islamic preaching. Social activities surrounding the performances include communal interaction, preservation of local culture, and reinforcement of religious identity amid the challenges of modernization. The study further reveals that the concept of living hadith is embodied in wayang narratives that convey ethical messages aligned with the sunnah of the Prophet. These findings highlight the importance of revitalizing local cultural traditions as an effective medium for contemporary Islamic education and value transmission.
References
Afifi, L. A. (n.d.). Kontekstualisasi antropologi dan sosiologi agama. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Alamsyah, Y. N. (2025). Kendangan wayang golek Ugan Rahayu: Respon masyarakat dan dampaknya pada kesenian wayang golek. Paraguna, 7(1). https://doi.org/10.26742/jp.v7i1.1675
Az-Zahra, F. (2025). Gotong royong dalam kehidupan sehari-hari perspektif hadis. 3(4), 423–433.
Fauziah, F., Cahya, C., & Lahpan, N. Y. K. (2021). Perubahan fungsi pertunjukan wayang golek purwa dari sakral ke profan pada syukur laut Pamayangsari. Jurnal Budaya Etnika, 5(1), 35–56. https://doi.org/10.26742/be.v5i1.1591
Hasibuan, R. H., Aprilia, P., Payung, B., & Ardianti, S. (2024). Hadis tentang persaudaraan sesama Muslim. 2, 271–274.
Kamil, F. S., Putri, E. R., Azahra, F., & Ramdani, D. (2025). Peran media sosial dalam revitalisasi wayang golek sebagai media pelestarian budaya dan dakwah Islam. 3(4). https://doi.org/10.61132/jbpai.v3i5.1553
Kusmayat, Y. (2025). Tradisi ruwatan wayang golek sebagai kontinuitas sejarah dan pilar ketahanan sosial budaya di era globalisasi (pp. 187–206). https://doi.org/10.17509/factum.v14i2.89514
Permana, A. A. (n.d.). Pelestarian seni wayang golek melalui pemanfaatan jaringan sosial media digital (studi di kalangan seniman wayang golek suku Sunda Kabupaten Kuningan, Jawa Barat).
Rafli, R., Ode, L., Ahmad, I., & Ali, A. U. (2025). Living hadis dalam pembentukan Islam: Teori, praktik, dan tantangan. 1(4), 371–380.
Rohmah, F., Cahyana, A., & Falah, A. M. (2021). Pengaruh perubahan masyarakat pada perkembangan rupa wayang golek Sunda. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 54–63.
Sauky, M. A., Bukhori, Asfahani, M., & Wisnu Sunarya, K. D. (2021). Makna sosial dalam nilai-nilai budaya Sunda pada lakon wayang golek Ki Dalang Wisnu Sunarya. 4(2), 155–167. https://doi.org/10.15575/jt.v4i2.12722
Sofya, D., Nay, U., Fakhruddin, A., & Islam, F. (2025). Analisis isi pesan moral wayang golek Rahwana Pejah di channel Dian Records. 3(5), 194–212.
Syarifah, N. (n.d.). Antropologi interpretatif Clifford Geertz: Studi kasus keagamaan masyarakat Bali dan Maroko.
Waruwu, M. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: Metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif, dan metode penelitian kombinasi (mixed method). 7, 2896–2910.
Yunita, M., & Putri, S. (2023). Gotong royong di Provinsi Jawa Tengah sebagai sistem sosial budaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra, 3(3), 12–17. https://doi.org/10.69957/tanda.v3i03.1863
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



