Dialog Antaragama: Membangun Pemahaman Bersama dalam Perspektif Islam dan Katolik

Authors

  • Kristianus Adrianto Virando Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Silfanus Jemadin Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Elfridus Darmin Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Florianus Syukur Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Yanuarius Juliano Sukardi Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Adrianus Ednal Julio Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Hironimus Raldi Bot Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

DOI:

https://doi.org/10.61132/anugerah.v3i2.2062

Keywords:

Dialog Antaragama, Multireligious Life, National Union, Social Peace, Tolerance of the Nation

Abstract

Religious pluralism in Indonesia constitutes a unique national identity, yet it is vulnerable to horizontal conflicts and acts of intolerance. This study aims to analyze the importance of interfaith dialogue in fostering mutual understanding from Catholic and Islamic perspectives within Indonesia’s pluralistic society. The methodology employed is qualitative research using a literature review approach, involving the collection and analysis of various relevant sources such as books, journals, and academic articles. The results of the study indicate that both Islam and Catholicism possess strong theological foundations in support of interfaith dialogue, emphasizing openness, respect for differences, and a commitment to peace and coexistence. Interfaith dialogue has proven to be an effective means of addressing divisions or conflicts, combating intolerance, and fostering harmonious relationships within a multireligious society. Furthermore, it was found that barriers to dialogue are still influenced by factors such as fanaticism, a lack of understanding, and socio-political conditions. This study concludes that interfaith dialogue is a strategic approach to strengthening tolerance and national unity. Therefore, it is recommended that interfaith dialogue be continuously developed through education, interfaith cooperation, and the active role of religious leaders in fostering inclusive and sustainable communication.

References

Agus, B. (2006). Agama dalam kehidupan manusia: Pengantar antropologi. Grafindo Persada.

Ahmad, H. A. (2015). Kasus-kasus aktual hubungan antarumat beragama di Indonesia. Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Ahmad, H. A., et al. (2015). Potret kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia. Puslitbang Kehidupan Keagamaan.

Ali, M. M. (2013). Islamologi. CV Darul Kutubah Islamiyah.

Alkuinus Ison Babo, & Antonius Denny Firmanto. (2024). Dialog interreligius menurut Redemptoris Missio artikel 55–57 dan sumbangannya bagi praksis hidup beragama umat Katolik di Indonesia. Jurnal Reinha, 15(1), 30–45. https://doi.org/10.56358/ejr.v15i1.320

Ambarita, C., Siregar, A. R. P., & Siagian, R. J. (2025). Apologetika dalam konteks Kristen sebagai jembatan dalam dialog antaragama. Dekonstruksi, 11(03), 22–31.

Baghi, F. (2012). Pluralisme, demokrasi dan toleransi. Ledalero.

Baidhawy, Z. (2001). Dialog global dan masa depan agama. Muhammadiyah University Press.

Bato, P. R., & Tarihoran, E. (2025). Perspektif teologi inkulturasi terhadap tradisi Lom Plai pada komunitas Katolik Dayak Wehea. Sabar: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 2(4), 141–151.

Fuadi, R. (2003). Dialog karya YB Mangunwijaya pada masa Orde Baru (Tinjauan historis). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Hadiwikarta, J. (1985). Sikap gereja terhadap pengikut-pengikut agama lain. Obor.

Hardiman, F. B. (2018a). Demokrasi dan sentimentalitas: Dari “bangsa setan-setan”, radikalisme agama, sampai post-sekularisasi. Kanisius.

Hardiman, F. B. (2018b). Demokrasi dan sentimentalitas. Kanisius.

Hardjana. (1993). Penghayatan agama: Yang otentik dan tidak otentik. Kanisius.

Huda, M. T., & Hidayati, N. (2019). Peran komisi hubungan antar umat beragama Gereja Katolik dalam membangun dialog. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 14(2), 194–216.

Ihsan Ali, & A. F. (2024). Pendidikan keimanan (aqidah) dalam perspektif Syaikh Sa‘id bin ‘Ali Al-Qahthani. 2(1), 306–312. https://doi.org/10.32528/tarlim.v9i1.4932

Jauharudin. (2025). Dialog antaragama dalam perspektif Islam: Strategi membangun harmoni sosial di tengah pluralitas. JPIDS: Jurnal Pemikiran Islam dan Dinamika Sosial, 1(1), 33–39.

Karlau, S. A. (2023). Finalitas Yesus sang Mesias dan Juruselamat menurut analisis teks Yohanes 14:6. Jurnal Luxnos, 9, 250–267.

Kirchberger, G. (2002). Dialog dan pewartaan. LPBAJ.

Kleden, P. B. (2002). Dialog antaragama dalam terang filsafat proses Alfred North Whitehead. Ledalero.

Mada, M. A., & Wilhelmus, O. R. (2023). Internalisasi nilai kebaikan agama lain melalui pendidikan agama Katolik di sekolah menurut Nostra Aetate. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 23(1), 72–84.

Madjid, N. (1998). Passing over: Melintasi batas agama. Gramedia Pustaka Utama.

Madung, O. G. (2017). Post-sekularisme, toleransi dan demokrasi. Ledalero.

Mangunwijaya, Y. B. (1999). Gereja diaspora. Kanisius.

Muda, H. (1992). Dialog antaragama dan budaya. Ledalero.

Muda, H., et al. (1992). Dialog antaragama dan budaya. Ledalero.

Panda, H. P. (2013). Agama-agama dan dialog antar-agama dalam pandangan Kristen. Ledalero.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suharyo, I. (2009). The Catholic way. Kanisius.

Suseno, F. M. (2015). Kebangsaan, demokrasi dan pluralisme. Kompas.

Tule, P. (2008). Mengenal dan mencintai Muslim dan Muslimat. Ledalero.

Tule, P., & Muda, H. (1992). Bermisi dalam semangat dialog dengan Islam. Ledalero.

Usman, I. (2023). Islam, toleransi dan kerukunan umat antar beragama. Borneo: Journal of Islamic Studies, 3(2), 117–132. https://doi.org/10.37567/borneo.v3i2.1474

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Zikmund, B. B., Madjid, N., et al. (1998). Dialog agama-agama dalam konteks misionarisme baru. Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

2026-05-13

How to Cite

Kristianus Adrianto Virando, Silfanus Jemadin, Elfridus Darmin, Florianus Syukur, Yanuarius Juliano Sukardi, Adrianus Ednal Julio, & Hironimus Raldi Bot. (2026). Dialog Antaragama: Membangun Pemahaman Bersama dalam Perspektif Islam dan Katolik. Anugerah : Jurnal Pendidikan Kristiani Dan Kateketik Katolik, 3(2), 01–16. https://doi.org/10.61132/anugerah.v3i2.2062