Membangun Kerukunan di Tengah Perbedaan : Praktik Resolusi Konflik di Tengah Gereja

Authors

  • Barbara Green Winslet Bessie Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang
  • Daud Saleh Luji Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang

DOI:

https://doi.org/10.61132/sukacita.v2i3.969

Keywords:

Difference, Harmony, Resolution Practice

Abstract

The church is called to bring about the harmony and unity of Christ in a divided world. However, internal conflict often arises from theological differences, leadership styles, cultural preferences, and interpersonal issues. Conflict that is not managed wisely can damage the integrity and witness of the church. This study uses a library research method and finds that harmony is an active process that requires dialogue, openness, acceptance, mutual respect, and love. The roots of church conflict are addressed through loving communication (Matthew 18), biblical mediation and negotiation training, cultivating a culture of forgiveness and reconciliation, and transparent and integrity-based leadership. Although challenges such as ego exist, the power of the gospel, the Holy Spirit, and the potential for growth offer great opportunities. A reconciling church is a powerful testimony of Christ's reconciling love.

References

Agreis. (2023). Pemahaman tentang perdamaian menurut ajaran Yesus dalam realitas bermasyarakat. Institut Agama Kristen Negeri Toraja, 1(2), 1–7.

Artis. (2021). Pembelajaran kontekstual: Konsep dan aplikasi esensi kerukunan. Riau: UIN Suska Riau.

Astuti, L. I., & Hardoko, A. (2021). The study of the implementation of the values of religious tolerance in heterogeneous societies. Jurnal Unmul Civic Education, 1–8.

Batubara, H. (2022). Analisis perencanaan anggaran pendapatan belanja pendidikan. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat, 2(3), 258–269. https://doi.org/10.47006/pendalas.v2i3.169

Emiyati, A., Mardin, J., & Ricard, R. (2023). Peran gereja dalam mengajarkan perdamaian di tengah masyarakat majemuk. Didache: Journal of Christian Education, 4(2), 149–165. https://doi.org/10.46445/djce.v4i2.649

Grenz, S. J. (2022). Theology for the community of God.

Hadijaya, Y., Fahrezi, M., Intan, N., Wasiyem, Zakiyah, N., & Azhari, M. T. (2024). Konsep multikulturalisme dan pluralisme dalam pendidikan. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(3), 3101–3108. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i3.3790

Handayani, F., Harahap, H., & Dalimunthe, S. Y. (2022). Perdamaian dalam masyarakat global. Education: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 2(2), 62–71. https://doi.org/10.51903/education.v2i2.136

Hasyim, F., & Junaidi. (2023). Penguatan moderasi beragama sebagai upaya pencegahan radikalisme dan intoleransi pelajar di Karesidenan Surakarta. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 6(1), 1. https://doi.org/10.36722/jpm.v6i1.2141

Keliata, M., & Trinaila, P. (2023). Pendekatan resolusi konflik di era digital: Strategi untuk lembaga pendidikan. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(1), 55–69. https://doi.org/10.47945/Al-Mumtaz.v1i2.xx

Kharisma, N., Dwi, N., Kutsyah, F., Zuhriyah, S. A., Kamilah, R., & Alimin, M. (2024). Literatur riview tantangan dan strategi implementasi resolusi dalam konflik global. Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah, 2(1), 143–158.

Khovivah, W. V., Sholehah, M., Saleh, M. A., & Jamilah, A. U. (2024). Definisi konflik dan pentingnya manajemen konflik dalam pendidikan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia. Jurnal Master Manajemen, 2(4), 40–51.

Lamak, Y. L., & Instansakti, P. X. (2024). Keterlibatan gereja dalam membangun nilai-nilai kesusilaan di tengah masyarakat majemuk Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang. Jutipa: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, 2(1), 183–190.

Lelono, M. J. (2022). Jalan bersama: Dialog bagi Gereja Katolik hari ini. Yogyakarta: PT Kanisius.

Lumbanraja, D. T. S. (2022). Kerukunan umat beragama ditinjau dari perspektif Alkitab dan implementasinya bagi mahasiswa Kristen di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja, 2(1). https://doi.org/10.54170/dp.v2i1.97

Lumbantoruan, T. P. (2024). Menjalin kerukunan perbedaan gereja di tengah-tengah masyarakat pada masa kini di Desa Parhorboan, Kecamatan Pagaran. Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2(1), 204–214.

Naibaho, S. P. (2024). Membangun kerukunan antar umat beragama agar terciptanya perdamaian di tengah-tengah masyarakat pada masa kini. Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2(1), 111–122.

Nurdin, M. A. (2019). Kajian multikulturalisme dan kaitannya dengan kerukunan. Jurnal Refleksi, 18(1), 155–164.

Pertumbuhan, B., Iman Umat, T. D., Sababalat, L., & Novalina, M. (2024). Peran teologi sistematika bagi pertumbuhan iman umat Kristen. Nabisuk: Jurnal Teologi dan Pelayanan, 2(1), 1–17.

Putra, J. S., Hutabarat, C., & Budiyanto, H. (2023). Kepemimpinan pastoral dalam mengelola konflik jemaat di gereja lokal berdasarkan Markus 10:41–45. RERUM: Journal of Biblical Practice, 2(2), 89–107. https://doi.org/10.55076/rerum.v2i2.144

Rupa, C. (2016). Kepemimpinan dan manajemen konflik gereja lokal. Jurnal Kamarampasan, 1, 1–10.

Rusydi, I., & Zolehah, S. (2021). Makna kerukunan antar umat beragama dalam konteks keislaman dan keindonesian. Journal for Islamic Studies, 1(1), 170–181. https://doi.org/10.5281/zenodo.1161580

Sabiruddin. (2024). The challenges of conflict resolution in efforts to achieve peace in Syria. Jurnal Hubungan Internasional, 1(1), 59–74.

Setiadi. (2013). Pengantar sosiologi pemahaman fakta dan gejala permasalahan sosial: Teori, aplikasi dan pemecahannya. Jakarta: Prenada Media.

Sila, M. A. (2017). Kerukunan umat beragama di Indonesia: Mengelola keragaman dari dalam. Dalam Kebebasan, toleransi dan terorisme: Riset dan kebijakan agama di Indonesia.

Simanjuntak, F. (2022). Implementasi peran pemimpin agama Kristen dalam memelihara kerukunan antar umat beragama di Jakarta. JMAS (Journal Pengabdian Masyarakat), 1(3), 469–474.

Simanjuntak, H. B. (2022). Praktek euthanasia: Suatu studi ditinjau dari sudut etika Kristen. Teologi.

Sinaga, A. V. (2025). Kerukunan beragama di tengah perbedaan agama-agama dan moderasi beragama: Sebuah perspektif teologis. Journal of Religious and Socio-Cultural, 6(1), 45–66.

Sudarnoto, W. (2021). Konflik dan resolusi. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-I, 2(1), 1–16. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v2i1.2236

Sugiyana, F. X. (2023). Sinergi energi sinodalitas gereja. Yogyakarta: PT Kanisius.

Takaria, G. C. J. (2020). Mengelolah konflik yang terjadi di antara umat Tuhan. Jurnal Koinonia, 8(2), 50–57.

Ulum, M. B., & Utami, P. R. (2022). Resolusi konflik agama berdasarkan budaya Penginyongan di Kabupaten Banyumas. Jurnal Penelitian Agama, 23(2), 263–280. https://doi.org/10.24090/jpa.v23i2.2022.pp263-280

Downloads

Published

2025-06-04

How to Cite

Barbara Green Winslet Bessie, & Daud Saleh Luji. (2025). Membangun Kerukunan di Tengah Perbedaan : Praktik Resolusi Konflik di Tengah Gereja . Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 2(3), 08–24. https://doi.org/10.61132/sukacita.v2i3.969

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.