Inkulturasi Iman Kristen melalui Musik Tradisional: Kajian Teologi Kontekstual Model Antropologis pada Gereja Kalimatan Evangelis (GKE) di Katingan
DOI:
https://doi.org/10.61132/nubuat.v3i2.2274Keywords:
Anthropological Model, Contextual Theology, Evangelical Church of Kalimantan, Inculturation of Christian Faith, Traditional Dayak Katingan MusicAbstract
This research examines the process of inculturating the Christian faith thru the use of traditional Dayak Katingan music in church life at the Evangelical Church of Kalimantan (GKE) using the Anthropological Model of Contextual Theology perspective. The research is motivated by the church's need to present expressions of faith that are relevant to the local cultural context without diminishing the essence of Christian teachings. The method used is descriptive qualitative research with a case study approach. Data were obtained thru observation, in-depth interviews, and documentation involving pastors, music ministers, church council members, and congregation members in the Katingan region. The research results show that the use of traditional musical instruments such as japen, suling balawung, and katambung is a form of inculturation that preserves local cultural elements while simultaneously transforming their meaning and function based on Gospel values. In this process, cultural elements that do not contradict Christian teachings are retained and reinterpreted as means of praise, worship, faith expression, and strengthening the congregation's identity. The research findings affirm that the Anthropological Model Contextual Theology enables a constructive dialog between the Gospel and culture, so that traditional music not only serves as a medium for expressing Christian faith but also as a means of preserving Dayak Katingan culture. Thus, the inculturation of traditional music in GKE Katingan contributes to the strengthening of local cultural identity and the deepening of the congregation's spirituality.
References
Agel, P. R., Khasanah, N., Muslimah, M., Wulan, H. D., Karliani, E., & Tryani, T. (2021). Eksplorasi kekayaan seni Dayak Ngaju di Desa Tumbang Manggu Kabupaten Katingan. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 405–416. https://doi.org/10.31316/jk.v5i2.1732
Antang, S. M. (2022). Studi naratif kearifan lokal Karungut Dayak Ngaju sebagai media belajar Pendidikan Agama Kristen di lingkungan Gereja Kalimantan Evangelis Kecamatan Damang Batu. 1–23.
Aziz, A., Khaolani, A. M., et al. (2009). Profil paham dan gerakan keagamaan.
Christie, N., Pantow, A., Ratag, L. P., & Tarumingi, D. A. (2025). Meningkatkan intensitas religiusitas pemuda gereja melalui pemaknaan ibadah menurut Yohanes Calvin. Teologi Muntep, 1(1).
Gita Safitri, Romas, R., Adinuhgra, S., & Hamu, F. J. (2022). Musik liturgi inkulturasi Dayak sebagai pendekatan pastoral dalam meningkatkan partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya. Sepakat: Jurnal Pastoral Kateketik, 8(2), 58–73. https://doi.org/10.58374/sepakat.v8i2.100
Hartono Pasaribu, G. R. (2025). Inkulturasi iman: Dinamika budaya dan teologi Pentakosta dalam konteks modern. 3(2), 95–107.
Haryanto. (2015). Musik suku Dayak: Sebuah catatan perjalanan di pedalaman Kalimantan. Badan Penerbit ISI Yogyakarta.
Izzah, L., & Kusuma, C. (2019). Improvisasi dialog dan aliansi agama-agama. https://reposister.almaata.ac.id/id/eprint/1708/1/Buku%20Improvisasi%20Dialog%20%26%20Aliansi.pdf
Kiring, M. (2023). Kontekstualisasi musik sape dalam ibadah di Gereja Kemah Injil Indonesia Kalimantan Utara. Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni, 1(2), 59–70. https://doi.org/10.69748/jmcd.v1i2.20
Kristeno, M. R., Pius, I., & (penulis lain tidak tercantum). (2024). Liturgi kontekstual dalam perspektif Sacrosanctum Concilium: Refleksi atas inkulturasi budaya Dayak di Barito Timur. Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, 4(1), 1–119. https://doi.org/10.52110/jppak
Nugroho, Z. M. (2020). Fungsi dan bentuk penyajian mantra dan katambung dalam ritual Balian Mimbul Kuluk Metu suku Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya. Selonding, 16(1), 1–15. https://doi.org/10.24821/sl.v16i1.5135
Pransinartha. (2022). Strategy for supervision of Dayak Ngaju traditional music for GKE Tewah youth. 1(1), 31–45.
Putra, Z. A. W., Jati, A., & Olendo, Y. O. (2023). Representasi musik liturgi inkulturatif Dayak Kalimantan Barat dalam Buku Madah Bakti. Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni, 6(2), 71–86. https://doi.org/10.37368/tonika.v6i2.540
Sasongko, M. H. (2018). Gereja karismatik dan inkulturasi musik di dalam sistem ibadahnya. Selonding, 13(13), 1913–1927.
Sasongko, M. H., & Chrisnahanungkara, A. J. (2024). Diskontinuitas perkembangan sejarah musik Barat dan pengaruhnya terhadap eksistensi musik gereja. Ekspresi, 13(2), 78–87. https://doi.org/10.24821/ekp.v13i2.14235
Sihombing, E. S. (2020). Kesaksian iman dalam dialog interreligius dan teologi interkultural. Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat, 7(2), 173–196. https://doi.org/10.33550/sd.v7i2.151
Sihombing, O. M., & Awak, N. E. (2024). Organologi alat musik kecapi Dayak di Palangka Raya. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropologi, 3(2), 83–96. https://doi.org/10.54443/siwayang.v3i2.1794
Sukadana, I. K., Ayu, G., & Nia, P. (2021). Geguritan sebagai bentuk karya sastra Bali klasik dalam kehidupan masyarakat Bali. Jurnal Media Komunikasi, 3, 108–120.
Widaty, C., Apriati, Y., Hudaya, A., & Kusuma, S. (2021). Makna upacara Balian dalam ritual pengobatan tradisional suku Paser Kabupaten Paser. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 6(1), 55–64.
Yoan, D., Sinaga, Z., & Savero, A. (2026). Integrasi antropologi dan sosiologi dalam teologi kontekstual: Upaya memahami iman Kristen di tengah keberagaman budaya dan sosial. 5(1), 79–92.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Angelika Natalycia, Rhema Y Rosemary Sanggew, Novia Crista Febrianti, Rohit Rohit, Sarmauli Sarmauli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



