Analisis Penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam Memotivasi Kemampuan Berpikir Kritis Kelas XI di SMA Negeri 6 Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61132/pengharapan.v3i3.2514Keywords:
Christian Education, Critical Thinking, Discovery Learning, Inhibiting Factors, Motivating FactorsAbstract
This study aims to analyze the application of the discovery learning model in motivating students' critical thinking skills in Christian Religious Education (PAK) class XI learning at SMA Negeri 6 Palangka Raya and identify its driving and inhibiting factors. The research method uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation, with PAK teachers as the main subject. The analysis is carried out based on six stages of discovery learning, namely stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and generalization, which are associated with critical thinking indicators. The results of the study show that the application of discovery learning makes a positive contribution to student engagement and the development of critical thinking skills. Students are active in identifying problems, collecting and processing information, presenting findings, providing responses, and drawing conclusions that can be accounted for. Motivating factors include intrinsic motivation, curiosity, teacher support, and the relevance of the material to daily life. Inhibiting factors include limited preparation time, lack of support resources, and difficulties for some students in following an exploratory approach. These obstacles can be overcome through careful planning, provision of supporting materials, and additional guidance. These findings confirm that discovery learning is an alternative to the PAK learning model that is active, student-centered, and effective in encouraging critical thinking skills.
References
Abraham, M. (1954). Motivation and personality. Harper & Row.
Amelia, K., & Astuti, S. (2020). Efektivitas penerapan model discovery learning dan inquiry terhadap keterampilan berpikir kritis pembelajaran subtema perubahan bentuk energi kelas III Gugus Sudirman. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 6(2), 151–157.
Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dari, F. W., & Ahmad, S. (2020). Model discovery learning sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(2), 1473.
Daryanto. (2017). Inovasi pembelajaran efektif. Gava Media.
Dimyati, & Mudjiono. (2013). Belajar dan pembelajaran. Rineka Cipta.
Ennis, R. H. (2011). Critical thinking. Prentice Hall.
Fikri Arif, D. S., Zaenuri, & Cahyono, A. N. (2020). Analisis kemampuan berpikir kritis matematis pada model problem based learning (PBL) berbantu media pembelajaran interaktif dan Google Classroom.
Fujika, A., Anggereini, E., & Budiarti, R. S. (2015). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa SMA N 5 Kota Jambi melalui pembelajaran berbasis masalah pada konsep pencemaran lingkungan. Biodik, 1(1).
Halim, F., & Ayu, D. (2016). Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia di kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Dewantara. Jupendas: Jurnal Pendidikan Dasar, 3(1), 71–72.
Hamzah, B. U. (2019). Teori motivasi dan pengukurannya. Bumi Aksara.
Isma, T. W., dkk. (2021). Peningkatan hasil belajar siswa melalui problem based learning. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 6(1), 156.
Komalasari, P. D. B. K. (2015). Caring and responsibility character development implementation through learning model Value Clarification Technique (VCT) in class IVA SDN Tunjung 1 Subdistrict Burneh Bangkalan. Jurnal Civicus, 15(2).
Kristin, F., & Rahayu, D. (2016). Pengaruh penerapan model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar IPS pada siswa kelas 4 SD. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(1), 84–92.
Maslow, A. (1954). Motivation and personality. Harper & Row.
Mukaramah, M., Kustina, R., & Rismawati. (2020). Menganalisis kelebihan dan kekurangan model discovery learning berbasis audiovisual dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, 1(1), 4.
Mustakim, Z. (2017). Strategi dan metode pembelajaran.
Nadia, N., Ikawati, H. D., & Kurniawati, W. (2022). Efektivitas model pembelajaran telaah yurisprudensi inquiry terhadap hasil belajar siswa kelas VIII mata pelajaran PKN di SMP Negeri 8 Mataram. Lentera Pendidikan Indonesia: Jurnal Media, Model, dan Pengembangan Pembelajaran, 3(3), 277–282.
Nuhamara, D. (2007). Pembimbing PAK (Pendidikan Agama Kristen). Jurnal of Media.
Noviyanto, W. Y., & Wardani, N. S. (2020). Meta-analisis pengaruh pendekatan discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V tematik muatan IPA. Thinking Skills and Creativity Journal, 3(1), 1–7.
Rahmawati, I., dkk. (2016). Analisis keterampilan berpikir kritis siswa SMP pada materi gaya dan penerapannya, 1, 1113.
Riadi, M. (2018, February 22). Pengertian, karakteristik, dan indikator berpikir kritis. Kajian Pustaka. https://www.kajianpustaka.com/2018/02/pengertian-karakteristik-dan-indikator
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Rizal, R. S., Harjono, N., & Airlanda, G. S. (2018). Perbaikan proses dan hasil belajar muatan IPA tema 4 menggunakan model pembelajaran discovery learning (DL) siswa kelas 5 SD Negeri Dukuh 01 Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga tahun 2017/2018. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 1(1), 207–213.
Rosarina, dkk. (2016). Strategi pembelajaran inovatif dalam pendidikan. Pustaka Akademik.
Rusman. (2018). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. Rajawali Pers.
Sagala, S. (2013). Konsep dan makna pembelajaran. Alfabeta.
Santi, F. P. A., Karyati, S., & Wahyudi, A. (2022). Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku judi online yang menyerupai trading online berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Unizar Recht Journal, 2(2), 45–58.
Sardiman. (2018). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Rajawali Pers.
Safitri, A. O., dkk. (2022). Pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa SD, 6(2), 9109.
Sihotang, K. (2019). Berpikir kritis: Kecakapan hidup di era digital. PT Kanisius.
Sunarto, M. F., & Amelia, N. (2022). Penggunaan model discovery learning guna menciptakan kemandirian dan kreativitas peserta didik. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 21(1), 94–96.
Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukandar, R. (2004). Metodologi penelitian: Petunjuk praktik untuk peneliti pemula. Gadjah Mada University Press.
Suparno. (2011). Psikologi pendidikan. Kanisius.
Suparno. (2012). Teori perkembangan kognitif. Kanisius.
Sutikno, S. (2020). Penelitian kualitatif. Holistica.
Tiwi Juliyantika, & Batubara, H. H. (2020). Tren penelitian keterampilan berpikir kritis pada jurnal pendidikan dasar di Indonesia. Jurnal Basicedu, 6(3), 1.
Trianto. (2017). Model pembelajaran terpadu. Bumi Aksara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003).
Uno, H. B. (2019). Teori motivasi dan pengukurannya. Bumi Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yolan Gusta Pean

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




