Kemendesakan Program Nikah Massal sebagai Bentuk Kepedulian Gereja terhadap Calon Suami Istri di Paroki Santo Antonius Abbas Beokina Keuskupan Ruteng, Flores-NTT
DOI:
https://doi.org/10.61132/nubuat.v3i2.2216Keywords:
Catholic Church, Family Faith Formation, Mass Marriage, Pastoral Care, Sacrament of MarriageAbstract
This study discusses the urgency of a mass wedding program as a form of the Church’s pastoral concern for prospective husbands and wives at Gereja Katolik Santo Antonius Abbas Beokina in the Keuskupan Ruteng, Flores-NTT. Marriage in the Catholic Church understoad as a sacrament that contains profound theological meaning,however,in pastoral reality,many Catholic couples still live together without receiving the sacrament of marriage officially. This condition is influenced by economic limitations,customary demands,lack of understanding of the meaning of the sacrament,and administrative obstacles. This research employed a descriptive qualitative approach through observation,interviews,and literature studies. The analysis was conducted using analytical,expository,and pastoral theological reflection methods. The findings reveal that the mass marriage program serves as a contextual pastoral solution that helps couples obtain sacramental and legal recognition in the Catholic Church. In addition,the program functions as a means of evangelization and faith formation for families through continuous pastoral accompaniment. Therefore,mass marriage is considerea a relevant pastoral service that not only resolves canonical issues but also strengthens the spiritual and social life of Catholic families within the Church community.
References
Aditya, G., & Hariadi, S. (2022). Tinjauan teologis tentang perceraian menurut Injil Matius 19:1–9 bagi umat Kristiani di Indonesia. Alucio Dei, 6(1), 15–36. https://doi.org/10.55962/aluciodei.v6i1.54
Agustina Paschalia Elitawati Lamabelawa, & Lidia Sandra. (2025). Pengaruh katekese perkawinan terhadap kesiapan emosional dan mental pasangan calon suami istri dalam membangun rumah tangga di Paroki Katedral Denpasar. Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 3(2), 102–115. https://doi.org/10.61132/observasi.v3i2.1069
Dete, M. E., Odi, M., Jawa, G., & Meo, Y. W. B. L. (2024). Dampak belis terhadap penundaan perkawinan dan hidup bersama tanpa ikatan resmi: Perspektif Familiaris Consortio. Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora, 5(1), 48–55. https://doi.org/10.56393/rhizome.v5i1.2651
Elisabeth Yecilda Woga, Fransiska Masandai Jawan, & Patrisia Rera Bato. (2025a). Peran katekese dalam mempersiapkan perkawinan Gereja Katolik. Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 2(4), 30–37. https://doi.org/10.61132/sukacita.v2i4.1403
Elisabeth Yecilda Woga, Fransiska Masandai Jawan, & Patrisia Rera Bato. (2025b). Peran katekese dalam mempersiapkan perkawinan Gereja Katolik. Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 2(4), 30–37. https://doi.org/10.61132/sukacita.v2i4.1403
Epan, Y. (2023). Kesabaran dalam penderitaan perspektif kemiskinan di Indonesia. Alucio Dei, 7(2). https://doi.org/10.55962/aluciodei.v7i2.98
Ephivanus Markus Nale Rimo, Yoseph Ansar Rera, & Angelinus Vincentius. (2025). Pernikahan massal Katolik: Analisis program, kerangka teologis, dan praktik pastoral di Paroki Katedral Maumere. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantar (JPkMN), 6(4), 5801–5810.
Grasia Rosalina, Silvester Adinuhgra, & Agnes Angi Dian Winei. (2023). Pastoral keluarga sebagai upaya membangun keterlibatan hidup menggereja umat Stasi Santo Matius Bentot. Sepakat: Jurnal Pastoral Kateketik, 9(2), 103–114. https://doi.org/10.58374/sepakat.v9i2.198
Halawa, A. A. (2019). Nilai unitas (monogam) perkawinan Katolik dalam terang biblis. Logos, 14(2), 52–67. https://doi.org/10.54367/logos.v14i2.338
Jesica Cindini br Sembiring, Ambrosius Robertus Ratu, & Y. Wilson B. Lena Meo. (2025). Fenomena perkenalan melalui platform digital dan tantangannya terhadap perkawinan Katolik. Sabar: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 2(4), 73–85. https://doi.org/10.61132/sabar.v2i4.1362
Kristeno, M. R., & Meo, Y. W. B. L. (2025). Perkawinan Katolik sebagai sakramen: Kajian hukum Gereja dalam konteks pluralisme agama di Barito Timur. Jurnal Pastoral Kateketik, 2(2), 48–60. https://doi.org/10.70343/ntas4518
Kurniawan, A. A., & Rahmadhani, A. (2024). Implementasi isbat nikah massal dalam perspektif Kompilasi Hukum Islam. Al-Rasῑkh: Jurnal Hukum Islam, 13(2), 179–190. https://doi.org/10.38073/rasikh.v13i2.1759
Lanang, W. R., Kana, K., & Kusumawanta, D. G. B. (2022). Pendekatan relasional agama dan spiritualitas dalam meningkatkan keutuhan perkawinan umat Katolik. In Theos: Jurnal Pendidikan dan Theologi, 1(4), 112–117. https://doi.org/10.56393/intheos.v1i4.535
Laoli, G., & Sobon, R. (2022). Tinjauan teologis tentang gaya hidup orang Kristen yang telah lahir baru berdasarkan Surat Kolose 3:1–17 dan implikasinya pada jemaat GPIA Kasih Surgawi Jember. Alucio Dei, 6(1), 60–72. https://doi.org/10.55962/aluciodei.v6i1.57
Mali, A. (2022). Kesepakatan nikah adat Uma Buahan suku Tetun dalam terang Gereja Katolik. Jurnal Budaya Nusantara, 5(3), 155–166. https://doi.org/10.36456/JBN.vol5.no3.6160
Mardila, I., & Wijaya, A. I. K. D. (2022). Manfaat KPP bagi pasutri Katolik yang melangsungkan pernikahan adat Kendawangan sebelum menerima sakramen perkawinan. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 22(2), 228–238. https://doi.org/10.34150/jpak.v22i2.406
Mayolla, I. G., & Rynanta, R. B. A. (2024). Memaknai dimensi sakramental perkawinan Katolik dalam Kanon 1055 §1–2 dari perspektif teologi tubuh Paus Yohanes Paulus II. Media: Jurnal Filsafat dan Teologi, 5(1), 113–132. https://doi.org/10.53396/media.v5i1.218
Mendrofa, A. K. (2022). Pengaruh Roh menyala-nyala dalam melayani Tuhan menurut Roma 12:11 terhadap semangat pelayanan mahasiswa STT Duta Panisa Jember. Alucio Dei, 5(2), 152–160. https://doi.org/10.55962/aluciodei.v5i2.31
Monteiro, Y. H., Suhardi, A., Kleden, F. B., Talo, P., Nara, F. N., Ngenta, A., & Langgu, C. Y. D. (2025). Implementasi sifat-sifat dasar perkawinan Katolik sebagai jalan menuju sukacita hidup berkeluarga. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 8(1), 1768–1775. https://doi.org/10.31004/jrpp.v8i1.39825
Ngambut, F., Raharso, A. T., & Firmanto, A. D. (2023). Kelompok basis gerejani dan tantangan sosio-budaya terhadap penghayatan perkawinan Katolik masyarakat urban. Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral, 4(1), 50–70. https://doi.org/10.46408/vxd.v4i1.226
Prodeita, T. V. (2019). Penghayatan sakramen perkawinan pasangan suami-istri Katolik membuahkan keselamatan. Jurnal Teologi, 8(1), 85–106. https://doi.org/10.24071/jt.v8i1.1831
Sri Firgita Ayu, Chaterine Cristianne Linggi, Raema Rosdiana Lisu, & Sindi Paliling. (2026). Dukungan spiritual pastoral konseling terhadap keberlanjutan pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin. Sabar: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 3(1), 55–69. https://doi.org/10.61132/sabar.v3i1.1657
Sukendar, Y., Ose, T., & Imiu, I. (2022). Pengaruh kursus persiapan perkawinan terhadap keharmonisan keluarga di Paroki Santa Maria Bunda Karmel Mansalong. In Theos: Jurnal Pendidikan dan Theologi, 1(5), 153–158. https://doi.org/10.56393/intheos.v1i5.541
Tibo, P., Sitepu, M., Kurniadi, B. B., & Tobing, O. S. L. (2021). Konvalidasi perkawinan Katolik yang tidak sah. Jurnal Pelayanan Pastoral, 2(2), 66–73. https://doi.org/10.53544/jpp.v2i2.264
Umbu Lede, Y., & Doni Kelen, K. (2021). Titik temu pastoral perkawinan antara agama Katolik dan budaya lokal di Sumba-Nusa Tenggara Timur. Educational Journal of Islamic Management, 1(2), 68–86. https://doi.org/10.47709/ejim.v1i2.1233
Wawin, F. L., & Wilhelmus, O. R. (2026). Pemahaman dan penghayatan sifat dan nilai-nilai perkawinan Katolik dalam keluarga. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 26(1), 137–150. https://doi.org/10.34150/jpak.v26i1.1185
Wea, D. (2020). Studi tentang pemahaman terhadap hakikat dan tujuan perkawinan Katolik oleh para pasangan dan dampaknya terhadap perwujudan Panca Tugas Gereja dalam keluarga. Jurnal Masalah Pastoral, 8(1), 81–106. https://doi.org/10.60011/jumpa.v8i1.102
Wea, D., & Rio, M. (2020). Studi pemahaman umat Katolik tentang perkawinan campur berdasarkan Kitab Hukum Kanonik 1983 dan dampaknya terhadap dimensi kehidupan berkeluarga. Jurnal Masalah Pastoral, 8(2), 102–132. https://doi.org/10.60011/jumpa.v8i2.109
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maria Afnita, Klaudia Sarina, Loliana Dia, Maria Andes, Filfiorani Dafia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



